BREAKING NEWS
 

Dorong Dekarbonisasi, Pupuk Kaltim Gandeng TNK Dan Benih Baik Perluas Program Community Forest

Reporter : IRMA YULIA
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 25 Juli 2023 19:52 WIB
Pupuk Kaltim komit mendorong dekarbonisasi. (Foto: Dok. Pupuk Kaltim)

 Sebelumnya 
Rahmad menjelaskan, untuk mangrove akan ditanam masing-masing 25 ribu bibit di Lembata dan Alor NTT, serta 50 ribu bibit di Sorong Papua Barat. Sementara untuk pohon mangga, ditanam sebanyak 10 ribu bibit di Kupang, NTT," jelasnya.

Ia menargetkan, perluasan mangrove Community Forest bakal mencapai 1 juta pohon dalam satu tahun. Sehingga, realisasi 6 juta bibit mampu tercapai dengan kesinambungan penanaman hingga 2030.

"Dari penanaman kali ini, kami pun menargetkan carbon offset antara 50 sampai 200 ribu ton CO2 per tahun, sesuai roadmap dekarbonisasi yang dijalankan perusahaan," ungkap Rahmad.

Ia menuturkan, Community Forest menjadi salah satu program tahap pertama dekarbonisasi yang difokuskan Pupuk Kaltim pada carbon offset, dengan target sebesar 600.000 ton CO2 per tahun pada 2030.

Sementara di tahap kedua, pihaknya akan memfokuskan realisasi pada low carbon sourcing dan carbon capture storage, sebagai kesinambungan langkah korporasi dalam menciptakan iklim usaha yang lebih hijau dan bebas emisi karbon.

Rahmad menjelaskan, setidaknya satu juta bibit mangrove akan ditanam Pupuk Kaltim setiap tahun, dengan persebaran di berbagai kawasan Indonesia.

Adsense

Baca juga : Pupuk Kaltim Kembali Gandeng Kostrad Tanam 63 Ribu Pohon Di Sukabumi

"Begitu juga, untuk jenis bibit pohon lainnya akan terus digencarkan dengan meningkatkan realisasi untuk mendorong carbon offset sesuai target yang diharapkan," harap Rahmad.

Di kesempatan yang sama, Founder Benih Baik Indonesia Andy F Noya menilai, community forest menjadi momentum bersama dalam mendorong perbaikan lingkungan dan menekan emisi karbon, di samping upaya meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan yang dilakukan.

"Hal ini penting untuk dijalankan secara kontinyu, mengingat manfaat yang dihasilkan tidak hanya bagi lingkungan tapi juga masyarakat dari sisi ekonomi dan pemberdayaan," ucap Andy.

Menurutnya, community forest juga menjadi bukti konkret Pupuk Kaltim dalam mendukung pemerataan, tidak hanya dari sisi pembangunan tapi juga upaya perbaikan lingkungan hingga peningkatan ekonomi masyarakat.

Andy melihat, realisasi yang dilaksanakan Pupuk Kaltim tidak hanya berfokus pada wilayah bagian barat, tapi juga menyasar kawasan timur Indonesia.

Seperti di Kota Bontang, di mana masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari pembibitan dan pengelolaan bibit mangrove di area konservasi Pupuk Kaltim. Serta, mampu menciptakan peluang ekonomi dari produk turunan seperti pembuatan sirup hingga makanan ringan berbahan dasar mangrove.

Baca juga : Genjot Produktivitas Pertanian, Pupuk Kaltim Edukasi Petani Ponorogo

Selain itu, menurut Andy aspek pemberdayaan secara tidak langsung juga turut melibatkan masyarakat dalam menjaga pohon yang ditanam untuk kesinambungan manfaat.

Apalagi, jika kawasan tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata. Maka, hal ini akan semakin meningkatkan nilai kompensasi emisi karbon dari program yang dikelola.

Karenanya, melihat realisasi yang dijalankan, community forest bisa menjadi penegasan komitmen Pupuk Kaltim untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.

"Jika ini terus didorong, kami yakin nilai manfaat pun akan dirasakan merata oleh masyarakat di Indonesia," ungkap Andy.

Sementara itu, Kepala Balai TNK Persada Agus Setia Sitepu menambahkan, penanaman mangrove melalui community forest menunjukkan komitmen tinggi Pupuk Kaltim mendorong dekarbonisasi, sesuai dengan upaya Pemerintah dalam menekan emisi karbon.

Untuk itu, pihaknya menyambut optimis kolaborasi yang terjalin antara TNK dan Pupuk Kaltim, yang ke depannya, diharapkan semakin dikembangkan guna kelestarian ekosistem, khususnya di kawasan konservasi Taman Nasional Kutai.

Baca juga : Dukung Net Zero Carbon Emission, Pupuk Kaltim Gunakan Mobil Listrik Untuk Operasional

"Dengan ikut menanam mangrove, menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga ekosistem, sekaligus bentuk kontribusi positif terhadap lingkungan dan kawasan," kata Agus. 

Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, bahwa community forest yang digagas Pupuk Kaltim untuk perbaikan lingkungan, diharapkan tetap memperhatikan aspek pemberdayaan bagi masyarakat.

Terlebih, penanaman mangrove kali ini wujud komitmen Pupuk Kaltim membantu Pemerintah dalam pelestarian kawasan.

Di mana, Kota Bontang dengan 70 persen perairan membutuhkan keberadaan ekosistem mangrove untuk penahan abrasi, di samping fungsinya sebagai penyerap karbondioksida.

"Masyarakat juga turut mendapat manfaat dari pemberdayaan pengelolaan mangrove, hingga mampu menciptakan berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi dan berdampak terhadap kesejahteraan," ujar Basri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense