Sebelumnya
Pelatihan Harus Offline
Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Edy Priyono meminta seluruh provinsi di Indonesia, menerapkan program Kartu Prakerja dengan skema normal pada 2023 dengan menyediakan fasilitas pelatihan kerja secara luring atau tatap muka.
Menurut Edy, program Kartu Prakerja dengan skema normal penting segera direalisasikan di seluruh provinsi mengingat banyak pelatihan kerja yang tidak efektif jika sekadar berlangsung secara daring seperti selama masa pandemi Covid-19.
Baca juga : Relawan Kowarteg Ganjar Hadir Di Serang Untuk Salurkan Air Bersih
“Contohnya belajar menjadi barista atau belajar teknik mesin, itu tidak efektif kalau tidak offline. Kalau untuk pelatihan bahasa mungkin masih bisa online,” kata dia.
Menurut Edy, pada kuartal pertama 2023 skema normal itu telah disosialisasikan dan mulai dilaksanakan di 10 provinsi. Yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
Penunjukan 10 provinsi pertama itu, menurut Edy, mempertimbangkan aspek potensi jumlah peserta Kartu Prakerja yang besar serta kesiapan lembaga pelatihan di wilayah setempat.
Baca juga : Buktikan Kinerja Unggul, Pertamina Hulu Energi Terapkan Strategi Sinergi Operasi
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Purbasari memastikan Program Kartu Prakerja tetap berlanjut di 2024.
“Yang pasti 2024 Prakerja lanjut, dan ini sudah disampaikan oleh Presiden,” katanya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 13/10/2023 dengan judul Airlangga Beberin Kesuksesan Kartu Prakerja, Dikasih Pancing, Peserta Sukses Cari Ikan Sendiri
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.