Sebelumnya
Jokowi menegaskan, beragam insentif dan fasilitas telah disiapkan bagi calon investor. Dia berharap, para pebisnis APEC dapat mengambil bagian besar di berbagai sektor. Khususnya di IKN Nusantara.
“Ini waktu yang tepat berinvestasi di Indonesia. Saya harap Bapak Ibu dapat memanfaatkan peluang ini dengan lebih agresif dan lebih cepat. Indonesia mitra bisnis terbaik Anda. Jadi, kunjungi Indonesia, berinvestasi di Indonesia, berdagang di Indonesia,” ajak Jokowi.
Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan, Indonesia ditargetkan menjadi negara industri baterai mobil listrik terbesar. Caranya dengan program hilirisasi sumber daya alam, terutama bahan baku baterai.
Baca juga : Presiden Jokowi Paparkan Potensi Investasi Di Indonesia Ke Para Pebisnis Di AS
Beberapa bahan baku utama dari baterai kendaraan listrik tersebut adalah nikel, kobalt, mangan dan litium.
Menurut Bahlil, Indonesia memiliki cadangan nikel sebanyak 25 persen dari total secara global.
“Kita ingin menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara industrialis baterai mobil terbesar di dunia,” kata Bahlil.
Baca juga : Vaksin Bio-TCV Milik Bio Farma Resmi Dapat Izin Edar di Indonesia
Menurutnya, tren industri otomotif saat ini tengah mengarah ke pemanfaatan kendaraan dengan bahan bakar berbasis listrik. Baterai menjadi salah satu komponen penting yang dibutuhkan dalam produksi kendaraan listrik.
“Ke depan, bahan bakar fosil, batu bara akan ditinggalkan. Tahun 2030 mobil-mobil di dunia hampir semua pakai mobil listrik, dan mobil listrik itu komponennya 40-60 persen baterai,” ujar Bahlil.
Dengan cadangan nikel yang dimiliki Indonesia, Bahlil berharap Indonesia bisa menjadi pusat industri baterai mobil listrik terbesar di dunia. Apalagi Presiden Jokowi menginstruksikan menghentikan ekspor bahan baku mentah dan memulai hilirisasi.
Baca juga : Punya Potensi Jadi Negara Maju Pengusaha Korsel Maunya Investasi Di Indonesia
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 18/11/2023 dengan judul Target Produksi 600 Ribu Mobil Listrik Tahun 2030, Jokowi Ajak Investor Dagang Di Indonesia
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.