Sebelumnya
Terpisah, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengamini okupansi hotel mengalami kenaikan, meski belum signifikan.
“Frekuensi penerbangan saat ini belum kembali normal alias terbatas sehingga berdampak pada bisnis perhotelan di dalam negeri,” kata Maulana kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Maulana menilai, saat ini frekuensi penerbangan masih jauh berkurang dibandingkan sebelum Covid 2019.
Alhasil, jumlah penerbangan yang berkurang berdampak lurus pada okupansi, karena hotel isinya orang yang bergerak ke daerah lain dan menginap.
Baca juga : KPU Terima Pasangan Prabowo-Gibran Berdasarkan Putusan MK Yang Sah Dan Mengikat
Ketika penerbangan belum total melayani rute seperti sebelum pandemi, lanjut Maulana, maka bisnis industri hotel jadi ikut tersendat.
“Beberapa provinsi yang mengalami kenaikan okupansi umumnya adalah daerah pariwisata, dengan pelayanan udara yang memadai,” jelasnya.
Maulana membeberkan, peningkatan tertinggi ada di Kalimantan Timur), Jakarta, dan Yogyakarta. Karena di sana banyak digelar kegiatan. Begitu pula di Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Banten.
“Pulau Jawa hampir rata meningkatnya. Kalau di Sumatera, hanya Sumsel (Sumatera Selatan) dan Lampung,” tuturnya.
Baca juga : HCML Berdayakan Ekonomi Masyarakat Pulau Mandangin
Lalu, okupansi di Kaltim mengikuti Kalsel (Kalimantan Selatan) dan Kalbar (Kalimantan Barat). Sementara Kalteng (Kalimantan Tengah) okupansinya tergolong cukup baik.
“Bicara Sulawesi, cuma Sulteng (Sulawesi Tengah) dan Sulsel (Sulawesi Selatan) yang okupansinya cukup baik. Sisanya di bawah rata-rata nasional semua. Jadi belum merata, belum sama dibanding tahun 2019, yang mungkin lebih baik,” katanya.
Maulana menuturkan, pasca dicabutnya pembatasan kegiatan masyarakat akibat Covid-19, membuat pergerakan orang menjadi meningkat. Dan tentunya mendorong industri perhotelan dan restoran bergeliat kembali.
“Segala bentuk kegiatan yang membentuk pergerakan orang yang cukup besar, itu pasti akan berdampak besar pada sektor akomodasi dan pariwisata,” ujarnya.
Baca juga : MU Perubahan Masifkan Gerakan Di Jawa Tengah Menangkan Anies-Imin
Sebaliknya, jika pergerakan orang dibatasi seperti pada waktu pandemi, maka industri tersebut justru mati suri, termasuk industri perhotelan dan restoran.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 24/11/2023 dengan judul Pemulihan Pasca Covid Tergantung Penerbangan, Okupansi Hotel Di Luar Pulau Jawa Masih Loyo
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.