BREAKING NEWS
 

Pemulihan Pasca Covid Tergantung Penerbangan

Okupansi Hotel Di Luar Pulau Jawa Sudah Mulai Meningkat

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 24 November 2023 07:20 WIB
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yus­ran. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Terpisah, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yus­ran mengamini okupansi hotel mengalami kenaikan, meski belum signifikan.

“Frekuensi penerbangan saat ini belum kembali normal alias terbatas sehingga berdampak pada bisnis perhotelan di dalam negeri,” kata Maulana kepa­da Rakyat Merdeka, kemarin.

Maulana menilai, saat ini frekuensi penerbangan masih jauh berkurang dibandingkan sebelum Covid 2019.

Alhasil, jumlah penerbangan yang berkurang berdampak lu­rus pada okupansi, karena hotel isinya orang yang bergerak ke daerah lain dan menginap.

Baca juga : KPU Terima Pasangan Prabowo-Gibran Berdasarkan Putusan MK Yang Sah Dan Mengikat

Ketika penerbangan belum total melayani rute seperti sebe­lum pandemi, lanjut Maulana, maka bisnis industri hotel jadi ikut tersendat.

“Beberapa provinsi yang mengalami kenaikan okupansi umumnya adalah daerah pari­wisata, dengan pelayanan udara yang memadai,” jelasnya.

Maulana membeberkan, pen­ingkatan tertinggi ada di Ka­limantan Timur), Jakarta, dan Yogyakarta. Karena di sana banyak digelar kegiatan. Begitu pula di Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Banten.

“Pulau Jawa hampir rata men­ingkatnya. Kalau di Sumatera, hanya Sumsel (Sumatera Sela­tan) dan Lampung,” tuturnya.

Baca juga : HCML Berdayakan Ekonomi Masyarakat Pulau Mandangin

Lalu, okupansi di Kaltim mengikuti Kalsel (Kalimantan Selatan) dan Kalbar (Kalimantan Barat). Sementara Kalteng (Ka­limantan Tengah) okupansinya tergolong cukup baik.

“Bicara Sulawesi, cuma Sulteng (Sulawesi Tengah) dan Sul­sel (Sulawesi Selatan) yang oku­pansinya cukup baik. Sisanya di bawah rata-rata nasional semua. Jadi belum merata, belum sama dibanding tahun 2019, yang mungkin lebih baik,” katanya.

Maulana menuturkan, pasca dicabutnya pembatasan kegiatan masyarakat akibat Covid-19, membuat pergerakan orang menjadi meningkat. Dan ten­tunya mendorong industri per­hotelan dan restoran bergeliat kembali.

“Segala bentuk kegiatan yang membentuk pergerakan orang yang cukup besar, itu pasti akan berdampak besar pada sektor ako­modasi dan pariwisata,” ujarnya.

Baca juga : MU Perubahan Masifkan Gerakan Di Jawa Tengah Menangkan Anies-Imin

Sebaliknya, jika pergerakan orang dibatasi seperti pada waktu pandemi, maka industri tersebut justru mati suri, ter­masuk industri perhotelan dan restoran.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 24/11/2023 dengan judul Pemulihan Pasca Covid Tergantung Penerbangan, Okupansi Hotel Di Luar Pulau Jawa Masih Loyo

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense