RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan akan menyediakan tambahan alokasi pupuk subsidi yang telah ditetapkan Pemerintah. Langkah ini diyakini bisa menggenjot produksi pertanian.
Pemerintah telah memutuskan menambahkan alokasi subsidi pupuk sebesar Rp 14 triliun, atau sekitar 40 persen dari alokasi 2023 sejumlah 6,05 juta ton.
Tambahan subsidi pupuk setara 2,5 juta ton ini diharapkan dapat mendorong produktivitas pertanian di masa sulit, akibat kondisi cuaca yang masih serba tidak pasti.
Baca juga : Ketersediaan Pupuk Subsidi ke Petani Jadi Program Prioritas Prabowo-Gibran
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang diberikan mandat untuk memenuhi kebutuhan produksi pupuk nasional, telah menyanggupi soal peningkatan alokasi pupuk subsidi tersebut.
“Kami mendukung setiap langkah dan kebijakan yang diambil Pemerintah, untuk pemenuhan kebutuhan pupuk petani dan masa tanam yang sukses,” ujar Rahmad di Jakarta, Jumat (19/1/2024).
Ia juga memastikan, kebutuhan pupuk untuk proyek-proyek pengembangan kapasitas produksi, seperti Proyek Pusri IIIB, PSN (Proyek Strategis Nasional) Kawasan Industri Fakfak dan pengembangan pabrik pupuk NPK, juga tetap tersedia.
Baca juga : Anies Hadiri Nikahan di Yogya, Ganjar Ketemu Petani Bawang
“Jadi tidak hanya terkait produksi pupuk, kami juga akan membantu Kementerian Pertanian dalam memastikan proses distribusi pupuk subsidi tepat sasaran,” katanya.
Pihaknya juga akan berkolaborasi, dengan Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, demi memenuhi kebutuhan pupuk subsidi petani.
Menanggapi ini, Ekonom LPEM FEB UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia) Mohamad Dian Revindo pun meyakini, peningkatan alokasi pupuk tersebut dilakukan pada saat yang tepat. Yakni, ketika awal musim tanam di tengah kondisi dua fenomena alam yang melanda Indonesia.
Baca juga : Hadapi Musim Tanam, Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk Awal Tahun Aman
Pertama, kata Revindo, El Nino mengakibatkan pemanasan permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur.
Kedua, Angin Monsun Asia yang menyebabkan Asia menjadi lebih dingin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.