BREAKING NEWS
 

BUMN Operasikan Pabrik Baru Di Bontang

Impor Bahan Baku Pupuk Bakal Turun

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 5 Maret 2024 07:05 WIB
Jokowi lepas sejumlah truk pengangkut amonium nitrat usai peresmian PT KAN di Kawasan Industrial Estate KIE, Bontang, Kalimantan Timur Kaltim, Kamis 29/2/2024.

 Sebelumnya 
“Sekarang ini, tinggal 21 persen yang impor. Sebab, 79 persennya sudah produksi dalam negeri. Artinya, dari total 560 ribu itu, di dalam negeri sudah memproduksi hampir 300 ribu lebih,” katanya.

Selain itu, masih ada turunan dari asam nitrat yang bisa dikembangkan untuk industri pertahanan dan industri pupuk.

Karenanya, kolaborasi antar BUMN ini menunjukkan, langkah strategis dalam mendukung hilirisasi di industri petrokimia dan pertahanan, yang menjadi basis operasional PT Dahana dan Pupuk Kaltim, guna mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Baca juga : Kepala Daerah Harus Rajin Cek Ke Lapangan

Lebih lanjut ia menjelaskan, amonium nitrat merupakan bahan baku utama produksi bahan peledak. Sehingga diperlukan jaminan supply yang memadai untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

Selain itu, amonium nitrat bisa digunakan sebagai bahan baku pupuk NPK berbasis nitrat dan asam nitrat, hingga dapat dimanfaatkan sebagai produk pertambangan dan konstruksi.

Tak hanya itu, asam nitrat yang merupakan produk turunannya, juga memiliki peran penting dalam pemurnian logam mineral di smelter. Bahkan, tiap tahun permintaan akan komoditas ini semakin bertambah.

Baca juga : Harga Beras Mahal Bikin Kantong Jebol

Pada 2024, kata dia, permintaan terhadap amonium nitrat diproyeksikan mencapai 580.000 ton.

“Dengan hadirnya pabrik amonium nitrat berkapasitas 75.000 MTPY ini, diharapkan dapat memenuhi sekitar 12 persen permintaan amonium nitrat dalam negeri,” harapnya.

Ia meyakini, langkah strategis ini, tidak hanya memberikan solusi terhadap meningkatnya permintaan. Tetapi juga menjadi bagian dari strategi Kementerian BUMN lewat Pupuk Kaltim dan Dahana dalam mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor. Sekaligus memperkuat industri petrokimia dan pertahanan nasional.

Baca juga : Bayern Munchen Vs Lazio, Lolos Harga Mati

“Jika sudah beroperasi penuh, pabrik ini siap memproduksi 75.000 metrik ton amonium nitrat per tahun dan 60.000 metrik ton asam nitrat per tahun,” tutup Erick. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 05 Maret 2024 dengan judul "BUMN Operasikan Pabrik Baru Di Bontang, Impor Bahan Baku Pupuk Bakal Turun"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense