RM.id Rakyat Merdeka - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus meningkatkan jumlah investasi, sesuai arahan Presiden. Saat ini, BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang triwulan III-2019 mencapai Rp 205,7 triliun.
Jumlah tersebut, naik 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 173,8 triliun. Capaian tersebut, juga naik 2,6 persen dari realisasi investasi pada triwulan II-2019 yang sebesar Rp200,5 triliun.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani mengatakan, secara kumulatif, total realisasi sepanjang Januari-September 2019 sudah mencapai Rp 601,3 triliun.
“Jumlah ini mencapai 75,9 persen dari target realisasi investasi sepanjang 2019 sebesar Rp 792,0 triliun,”ujar Farah di Jakarta, kemarin.
Baca juga : Catat Kontrak Baru Rp 15,12 Triliun, Dompet Waskita Makin Tebal
Dilanjutkannya, dari total realisasi investasi triwulan III2019 sebesar Rp 205,7 triliun, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 100,7 triliun dan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp105,0 triliun.
Dari sebaran sektornya pada periode tersebut, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, listrik, gas dan air, konstruksi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, serta tanaman pangan, perkebunan dan peternakan berada di lima teratas.
Sementara DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau dan Jawa Tengah, berada di lima lokasi teratas realisasi investasi di triwulan ketiga 2019.
Adapun lima negara asal investasi asing pada triwulan III2019 yakni Singapura (1,9 miliar dolar AS), Belanda (1,4 miliar dolar AS), Tiongkok (1 miliar dolar AS), Jepang (0,9 miliar dolar AS), dan Hong Kong (0,4 miliar dolar AS).
Baca juga : Kemenhub Anggarkan Rp 1,06 Triliun Untuk Transportasi Wisata Danau Toba
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, capaian realisasi investasi hingga kuartal III-2019 masih on the track target tahun ini.
“Saat ini sudah di kisaran 75 persen atau 76 persen, masih ada sisa waktu yang Insya Allah akan tercapai walaupun pertumbuhan ekonomi global belum terlalu baik,” katanya.
Dilanjutkan Bahlil, BKPM ditugaskan Presiden untuk memacu investasi. Untuk itu, pihaknya bertekad untuk bekerja lebih efisien, melalui koordinasi dan kolaborasi yang lebih intens dengan kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah baik dalam pelayanan perizinan maupun untuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang dihadapi investor.
Bahlil mengatakan, untuk memacu pertumbuhan ekonomi ke kisaran 6-7 persen seperti yang di targetkan Presiden Jokowi, butuh investasi sebesar Rp 1.100- Rp 1.200 triliun.
Baca juga : APBN Defisit Rp 183,7 Triliun, Sri Mulyani Masih Kalem
Sementara target yang ditetapkan untuk tahun ini baru sebesar Rp 792 triliun. “Kalau kita ingin punya target pertumbuhan ekonomi 6-7 persen, maka minimal realisasi investasi kita per tahun itu Rp 1.100 sampai Rp 1.200 triliun,” kata dia.
Untuk memperoleh investasi sebesar itu tidak cukup bila hanya mengandalkan aliran modal dari dalam negeri. Dibutuhkan juga penanaman modal asing.
“Kita butuh investor dari luar untuk membantu kita mencapai pertumbuhan ekonomi. Kita gandengan tangan membantu para investor untuk mengeksekusi, kita harus mengeksekusi untuk merealisasikan target ini. Tidak saatnya, lagi untuk kita main di angka, data-data dan di atas meja. Jadi kita akan mengeksekusi agar target terealisasi,” tegasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.