BREAKING NEWS
 

Coolbox Ramah Lingkungan Berbasis Peltier Thermoelektrik dan Insulator Biopla

Writer : M. Irfan Maulana
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 15 April 2024 13:28 WIB
Inovasi coolbox ramah lingkungan berbasis peltier thermoelektrik dan insulator bioplastik talas (Foto: Dok. Penulis, 2024)

A. Coolbox Ramah Lingkungan sebagai  Media Penyimpanan Jamur Tiram 

Potensi bisnis jamur tiram sangat besar seiring permintaan komuditas jamur tiram semakin meningkat karena masyarakat semakin mengapresiasi nilai gizinya dan kelezatan rasanya. Peluang pasar yang besar, sulit dipenuhi petani budidaya jamur tiram karena jamur tiram merupakan komoditas yang mudah busuk atau rusak. Umur simpan jamur tiram sangat singkat jika disimpan pada suhu ruang (28-29) oC hanya bertahan 24 jam. Kondisi ini disebabkan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) memiliki kadar air yang sangat tinggi (sekitar 86,6%), dan proses respirasi yang masih berlangsung setelah jamur tiram dipanen.

 Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mempertahankan kesegaran jamur tiram di antaranya adalah penyimpanan pada suhu rendah. Penelitian Cahya dkk (2018) menjelaskan penyimpanan jamur tiram pada suhu rendah (10 – 12 oC) dapat mempertahankan waktu simpan jamur sampai 10-20 hari, namun penyimpanan suhu terlalu rendah (< 5oC) dapat meyebabbkan chilling injury, yakni proses pencoklatan pada jamur. 

 Asiah dkk (2020) menjelaskan penyimpanan bahan pangan pada suhu rendah diyakini dapat mempertahankan/memperpanjang umur simpannya karena dapat menurunkan aktivitas respirasi, dan menghambat aktivitas mikroorganisme (bakteri pembusuk). Media penyimpanan bahan pangan pada suhu rendah selama ini digunakan adalah lemari pendingin atau kulkas, produk elektronik yang hampir ada di dalam rumah tangga masyarakat Indonesia. Kulkas konvensional penggunaannya terbatas, dianggap tidak praktis untuk dibawa ke mana-mana dengan ukuran kulkas yang cukup besar dan berat, selain itu membutuhkan energi listrik yang juga besar menjadikan kulkas tidak memungkinkan untuk dibawa bepergian (outdoor).

Tim KIR MAN 2 Palembang berjumlah 3 orang mengembangkan inovasi ‘Coolbox Ramah Lingkungan’, non CFC yang bisa mengurangi rusaknya lapisan ozon, konsumsi energi listrik  rendah, dan dimensi kecil sehingga mudah ditempatkan dimana saja serta ringan untuk  dibawa bepergian. Inovasi Coolbox ini berbasis refrigerator peltier thermoelektrik. Pendingin thermoelektrik (thermoelektrik cooler) dapat digunakan untuk menjaga suhu suatu objek berada dibawah suhu lingkungan (Faizal dkk, 2016). Sumirat dan Romanto (2014) menjelaskan walaupun sistem elemen peltier mempunyai kelemahan yaitu efisiensi kapasitas pendingin masih rendah, tetapi karena ringan, sederhana, tidak berisik, konsumsi listriknya rendah, maka dipandang sebagai teknologi refrigerasi masa depan.

Chasing atau badan coolbox yang dibuat berbahan styrofoam. Kelebihan styroform sebagai wadah karena murah, mudah dibentuk dan tidak mengisap air hasil peleburan es. Styroform di pasaran memiliki rongga udara dan rapuh menjadi celah keluar udara dingin yang menyebabkan suhu coolbox tidak stabil. Kondisi ini mengakibatkan  kemampuan insulator thermal styrofoam tidak maksimal seperti kurangnya kemampuan mencegah panas yang hilang ke atau dari lingkungan (Ilham dan Pebrianto, 2016). 

Baca juga : Sambut Ramadan, BNI Siapkan Berbagai Promo Menarik Buat Nasabah

 Tim peneliti mencari solusi agar rongga udara di styrofoam tidak menganggu kerja sistem pendingin coolbox yakni melapisi dinding coolbox dengan insulator thermal yang ramah lingkungan, yakni bioplastik yang terbuat dari tepung talas. Pemanfaatan bioplastik sebagai insulator merujuk pada penelitian Soekoco (2016) menyatakan penggunaan serat insulator panas berbahan recycle plastik dapat menurunkan temperatur hingga 25,4% karena gumpalan serat yang dibuat lapisannya memiliki struktur lebih rapat, serta dapat ditempati oleh udara. 

Suryadi dan Firmansyah (2020) menjelaskan sistem pendingin pada kulkas portable tidak hanya tergantung dengan kinerja peltier thermoelektrik saja, tetapi harus memperhatikan bahan insulator thermal yang melapisi dindingnya agar bekerja secara maksimal. Bioplastik talas tidak hanya sebagai insulator thermal coolbox tapi juga menjaga keamanan bahan makanan/minuman dari bahan kimia, lebih higienis dibanding menggunakan plastik sintetis konvensional. Pemilihan talas sebagai bahan baku bioplastik selain murah, juga untuk meningkatkan nilai ekonomis talas liar yang tidak pernah dikosumsi masyarakat.

Target pasar coolbox adalah pelaku budidaya jamur tiram untuk pemasaran lebih banyak dan menjangkau area lebih luas karena umur simpan jamur tiram menjadi lebih lama. Coolbox Ramah Lingkungan sebelum dilempar ke pasaran terlebih dahulu diuji efektivitasnya sebagai media penyimpanan melalui analisis mutu fisik jamur tiram (Pleorotus ostreatus) selama penyimpanan  pada coolbox dengan  variasi  penyimpanan  1, 2, dan 3 hari, serta  pada suhu 10-11 oC. Penelitian Hapsari dan Taruna (2014) menunjukkan variasi suhu penyimpanan jamur tiram (10, 12, dan 15) oC selama 3 hari berpengaruh terhadap mutu fisik jamur meliputi tekstur, warna, dan aroma. 

 B. Rancang Bangun Coolbox Ramah Lingkungan Berbasis Peltier Thermoelektrik dan Insulator Bioplastik Talas 

Prototype Coolbox memiliki panjang = 40 cm, lebar = 25 cm dan tinggi = 29 cm, dengan kapasitas 8 liter. Sumber listrik coolbox adalah catu daya 120 Watt bersumber dari adaptor dengan output tegangan 12 Volt dan arus 10 Amphere dirangkai dalam baja ringan, dan dibungkus dengan kotak guna memudahkan penempatan, dan dibawa saat berpergian.

Adsense

Dinding coolbox dilapisi bioplastik tepung talas dengan tebal 1 mm, sebanyak 4 lapisan sebagai insulator thermal  yang menutup rongga/celah yang ada pada styroform, dan memastikan udara panas tidak terjepit di dalamnya. Selain itu coolbox menjadi lebih higienis (aman dari bahan kimia).  

Baca juga : Berlangsung Meriah, Pemilu di Bulgaria Jadi Ajang Silaturahmi WNI

 C. Pengujian Sistem Pendinginan  Coolbox  Ramah Lingkungan Berbasis Peltier Thermoelektrik dan  Insulator Bioplastik Talas 

Pengujian sistem pendingin coolbox dengan menyimpan botol minuman pada variasi masa 100 gram, 200 gram dan 500 gram. Suhu minimum coolbox setelah 60 menit pertama tidak terlalu berbeda pada masa air 100 gram adalah 10,5 oC, 200 gram adalah 10,5,oC dan 500 gram adalah 10,6 oC ditandai peltier sudah mengembun dan terasa lebih dingin dan suhu stabil. 

Pengujian sifat insulator thermal bioplastik pada coolbox temperatur coolbox portable setelah dipasang bioplastik suhu minimum saat stabil pada suhu sekitar 10-11 oC terjadi penurunan dibanding dengan coolboox sebelum dipasang bioplastik berada pada temperature 21-22 oC. Berdasarkan hal ini pemasangan bioplastik pada dinding kulkas dapat membuat suhu minimum kulkas lebih rendah.

D.  Analisis Mutu Fisik Jamur Tiram Terhadap Variasi Lamanya Penyimpanan pada Coolbox Ramah Lingkungan

 1. Susut Bobot

Kenaikan nilai tertinggi susut bobot jamur tiram didapatkan pada perlakuan jamur tiram yang disimpan pada coolbox portable selama 3 hari yakni 6,68%, meskipun demikian susut bobotnya jauh lebih rendah dibandingkan jamur tiram kontrol (simpan pada suhu 29oC) setelah disimpan dalam 3 hari yakni 42,4 % meskipun dikemas dalam plastik.  

Baca juga : MODENA Luncurkan Produk Kombinasi Oven Elektronik dan Fitur Air Fryer

2. Kadar Air 

Pada jamur tiram yang disimpan pada coolbox kehilangan airnya selama penyimpanan 1,2 dan 3 hari tidak terlalu besar sehingga kadar air menjadi 87,07%, 84,32%, menjadi  83,04%. Berbeda dengan jamur tiram kontrol jamur tiram kontrol (simpan pada suhu 29oC), kadar air yang hilang cukup besar selama penyimpanan 1,2, dan 3 hari yakni 72,42% menjadi 60,62,% kemudian 52,43% hal ini disebabkan laju respirasi jamur tiram yang disimpan pada coolbox  dapat diperlambat sehingga proses  kehilangan air pada jamur juga dapat dikurangi.  

3. Uji Organoleptik

Uji organoleptik meliputi aroma, warna dan tekstur jamur tiram selama 3 hari masih lebih baik dibanding jamur tiram kontrol.

E. Potensi Coolbox untuk Diterapkan di Masyarakat

Coolbox portable yang dikembangkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena harga pembuatan alat hanya Rp 415.000. Harga ini jauh lebih murah dari harga buatan pabrik.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense