Jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan kebutuhan akan pangan juga meningkat (Akbar et al., 2023). Jika pertanian dan peternakan tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat maka akan terjadi kenaikan harga bahan pangan seperti yang terjadi saat ini, harga beras mencapai level tertinggi sepanjang sejarah pada Februari 2024, dengan rata-rata harga eceran sekitar Rp 15.157 per kilogram. Angka ini melonjak 24,65% secara tahunan dan naik 6,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim.
Fenomena El Nino yang terjadi di Indonesia berdampak pada kelangkaan beras dan memicu kenaikan harga di pasar. Banjir yang terjadi di Bojonegoro akibat jebolnya tanggul waduk membuat petani terpaksa memanen padi yang ambruk bahkan sebagian gagal panen, lahan pertanian seluas 20 hektar di Bojonegoro terdampak dari peristiwa ini (Mada, 2024). Selain itu, kenaikan harga bahan pangan juga disebabkan oleh tingginya harga pupuk sehingga biaya produksi yang dikeluarkan juga tinggi.
Kebijakan impor memang dapat mengatasi permasalahan kekurangan bahan pangan pada saat ini. Namun, hal tersebut juga akan mempengaruhi perekonomian nasional dan ketergantungan pangan. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan permasalahan yang ada saat ini tapi juga dapat berkelanjutan di masa depan baik untuk kesejahteraan manusia maupun bagi lingkungan.
Menurut Yusriana et al. (2023) pembangunan berkelanjutan terbentuk untuk menjembatani antara kepentingan manusia dan keberlangsungan lingkungan. Salah satu konsep yang mendukung pembangunan berkelanjutan adalah Ekonomi Sirkular (ES). ES secara konsep memiliki pengertian sebagai upaya yang dilakukan untuk mengurangi input, limbah, emisi dan energi melalui kegiatan berbasis inovasi (Geissdoerfer et al., 2018).
Menurut Helmi et al. (2023) Pengelolaan pertanian dan peternakan dalam konsep ES ini mengubah sistem pertanian konvensional menjadi sistem regeneratif (regenerative agriculture). Regeneratif agrikultur memiliki prinsip yaitu meningkatkan kualitas lahan pertanian dengan rehabilitasi dan revitalisasi ekosistem, seperti tanah dan air (Pasandaran et al., 2017).
Integrated Farming
Baca juga : H+3 Lebaran, Penumpang Angkutan Umum Terbanyak Ada Di Penyeberangan
Integrated farming merupakan sistem pertanian dengan memanfaatkan lahan untuk beberapa fungsi seperti perkebunan, pangan, hortikultura serta ternak dan perikanan sehingga akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumber daya. Dengan keterpaduan tersebut maka agroekosistem dapat mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumberdaya alam.
Namun, dalam produksi ini manusia tidak boleh hanya memikirkan cara memperoleh keuntungan sebesar-besarnya tapi juga harus memperhatikan daya dukung dan daya tampung dari lingkungan untuk menjaga lingkungan tetap lestari. Terdapat 4 aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapan pertanian berkelanjutan antara lain aspek lingkungan, ekonomi, sosial budaya, dan diversitas.
Aspek Lingkungan
Dalam aspek lingkungan perlu diperhatikan bahwa dalam praktik integrated farming dituntut untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam dan meminimalisir limbah yang dihasilkan. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara efektif dan efisien misalnya dalam penggunaan air untuk irigasi pertanian dengan memanfaatkan teknologi presisi seperti sensor aktuator dan sistem informasi geografis yang dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya serta memanfaatkan kotoran ternak untuk mengurangi biaya pupuk sintetis yang juga berbahaya bagi lingkungan jika tidak dikontrol dengan baik..
Aspek Sosial
Aspek sosial dalam pertanian dan peternakan berkelanjutan merujuk pada manfaat sosial yang adil dan inklusif bagi para petani, masyarakat lokal, dan masyarakat pada umumnya. Beberapa contoh poin dari aspek sosial dalam pertanian berkelanjutan adalah perlindungan hak-hak petani, kesetaraan gender dalam pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan pemberdayaan petani.
Baca juga : Pengamat Dukung Upaya BNPT Optimalkan Pencegahan Aksi Teror Jelang Lebaran
Aspek Ekonomi
Aspek yang ketiga yaitu ekonomi, dalam pertanian berkelanjutan tentunya diperlukan upaya agar proses produksi pertanian menjadi lebih efisien, peningkatan produktivitas, dan pengembangan pasar yang lebih inklusif dengan menerapkan teknologi yang efektif, efisien, dan tentunya ramah lingkungan dalam proses penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen.
Pengembangan pasar yang inklusif diperlukan karena dengan akses pasar semua petani bisa menjual produk pertanian mereka dengan harga wajar serta memperoleh keuntungan yang memadai, dalam hal ini baik itu pemerintah, pihak swasta, maupun masyarakat memiliki peran yang mendukung pengembangan pasar menyediakan akses kepada teknologi dan informasi yang dibutuhkan sehingga nantinya bisa meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan setiap masyarakat yang terlibat dalam proses pertanian.
Aspek Diversifikasi
Inti dari integrated farming adalah aspek diversifikasi, aspek ini menggabungkan berbagai jenis tanaman dan ternak di dalam satu lahan pertanian. Diversifikasi dalam pertanian berkelanjutan sangat penting karena dapat meningkatkan daya tahan suatu ekosistem pertanian dan mengurangi risiko kegagalan produksi dengan menggunakan berbagai jenis tanaman dan hewan sistem pertanian bisa menjadi lebih stabil dan tidak tergantung pada satu jenis tanaman atau satu jenis hewan.
Akuaponik mengintegrasikan budidaya perikanan dan tanaman membentuk simbiosis dimana ikan yang dibudidayakan seperti lele, patin, atau nila menghasilkan kotoran (amonia) yang tinggi. Amonia ini akan dialirkan ke air yang kemudian bakteri pada sistem biofilter mengubah amonia menjadi nitrogen, tanaman seperti kangkung, sawi, atau selada akan mengekstrak nitrogen dari air sebagai nutrisi.
Baca juga : Netizen Dukung BP2MI Lawan Aturan Kemendag
Agroforestri adalah sistem yang mengintegrasikan tanaman berkayu, seperti pohon jati, kelapa, dan mahoni, dengan tanaman pertanian misalnya jagung. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keuntungan ekonomis dan ekologis yaitu melindungi tanah dari erosi, dan mengurangi kebutuhan pupuk. Tumpangsari banyak diterapkan pada tanaman hortikultura seperti tomat, terong, dan cabai. Sistem ini dapat memaksimalkan lahan dan menghambat pertumbuhan gulma.
Terakhir, integrasi pertanian dengan peternakan melalui pemanfaatan limbah (kotoran) ternak sebagai pupuk. Pupuk bokashi memiliki beberapa keunggulan seperti tidak panas, tidak berbau busuk, dan tidak mengandung hama dan penyakit bagi tanaman serta berbeda dengan pupuk kompos yang hanya memperbaiki sifat tanah, pupuk bokashi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman karena dalam proses fermentasi pupuk bokashi yang melibatkan EM-4 (Effective Microorganism-4) yaitu mikroorganisme yang baik untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.
Kesimpulannya, pertumbuhan penduduk yang cepat seimbang dengan permintaan pangan, apabila ketersediaan bahan pangan menurun dan tidak dapat memenuhi permintaan pasar maka akan terjadi kenaikan harga bahan pangan. Banjir yang terjadi di Bojonegoro menunjukkan kerentanan sistem pertanian Indonesia terhadap perubahan iklim. Kenaikan harga pupuk juga menambah beban biaya produksi, mempengaruhi harga pangan, dan ekonomi nasional.
Konsep Ekonomi Sirkular (ES) dan pertanian regeneratif menawarkan solusi untuk mengurangi input, limbah, emisi, dan energi. Ini bertujuan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Integrated Farming yaitu sistem pertanian terintegrasi yang menggabungkan perkebunan, pangan, hortikultura, ternak, dan perikanan sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumber daya, mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan, peningkatan ekonomi, dan pelestarian sumber daya alam.
Dalam menerapkan pertanian berkelanjutan, perlu dipertimbangkan aspek lingkungan, ekonomi, sosial budaya, dan diversitas. Inovasi dan integrasi dalam pertanian dan peternakan sangat penting dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang meningkat, menjaga kesejahteraan manusia, dan keberlangsungan lingkungan.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.