Sebelumnya
“Dari hasil kajian kami, penurunan pasar lebih terasa di segmen harga menengah bawah di bawah Rp 1 miliar yang menjadi target bisnis BTN selama ini,” ujar Ali kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Naiknya harga dan bunga KPR, mendorong masyarakat ke depan lebih selektif, dalam mengajukan pinjaman ataupun mencari pinjaman dengan suku bunga kredit yang lebih rendah.
“Tantangan bagi bank adalah menyediakan produk terjangkau bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan properti dan KPR tetap terjaga,” imbaunya.
Kemudian, sambung Ali, ketidakpastian kondisi global dan geopolitik dunia juga perlu diantisipasi karena dapat melemahkan ekonomi dan memicu kenaikan inflasi, termasuk inflasi bahan bangunan.
“Maka, kebijakan insentif diperlukan, serta upaya Pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dari sisi properti yang menjadi salah satu penyumbang ekonomi di sektor riil,” katanya.
DPK Dan Aset Solid
Baca juga : Menlu Singapura Sowan Ke Jokowi
Selanjutnya dari sisi kinerja BTN, dengan ditopang pertumbuhan kredit dan DPK (Dana Pihak Ketiga) yang solid membuat total aset BTN tumbuh 13,1 persen year on year/yoy menjadi Rp 454,0 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 401,5 triliun.
“Kinerja yang positif pada kuartal I-2024 BTN berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 7,4 persen menjadi Rp 860 miliar, dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp 801 miliar,” ujar Nixon.
Dia merinci, pada periode Januari-Maret 2024, BTN membukukan pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 14,8 persen menjadi Rp 344,2 triliun, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 299,7 triliun.
“Pertumbuhan kredit dan pembiayaan BTN tersebut, ditopang kredit dan pembiayaan perumahan serta kredit bermargin tinggi (high-yield loans) yang cukup diminati masyarakat,” tuturnya.
Artinya, lanjut Nixon, fokus perseroan untuk mengembangkan segmen high yield dan komersial mulai membuahkan hasil. Hal ini terlihat pada pencapaian kinerja kuartal I-2024.
Baca juga : 113 Ribu Warga Urus Surat Pindah Domisili
Penyaluran kredit dan pendapatan operasional tumbuh impresif di saat suku bunga dana merangkak naik, imbas mengetatnya likuiditas yang membayangi industri perbankan sejak akhir tahun lalu.
Di tengah pertumbuhan kredit yang pesat, Nixon menegaskan, BTN tetap menjaga kualitas kredit dengan baik. Perseroan mencatat penurunan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross menjadi 3 persen pada kuartal I-2024, dari 3,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio Loan at Risk (LAR) juga tercatat menurun ke level 21,6 persen dari sebelumnya 24,2 persen.
“Pada saat yang sama, kami meningkatkan coverage NPL menjadi 152,8 persen dari sebelumnya 145,9 persen pada kuartal I tahun 2023,” tutur Nixon.
Sementara DPK tumbuh 11,9 persen menjadi Rp 357,7 triliun. Pertumbuhan ini masih melampaui pertumbuhan DPK industri perbankan pada Februari 2024, yang tercatat sebesar 3,8 persen. Dari total DPK tersebut, porsi dana murah Current Account Savings Account (CASA) mencapai 49,9 persen pada kuartal I-2024.
Pertumbuhan DPK juga ditopang salah satunya oleh meningkatnya jumlah pengguna aplikasi BTN Mobile serta transaksi yang dilakukan.
Baca juga : Panggung Olimpiade Sudah Di Depan Mata
Hingga akhir Maret 2024, jumlah pengguna aktif BTN Mobile mencapai 1,4 juta, dengan nilai transaksi mencapai Rp 20,5 triliun hingga akhir kuartal I-2024, bertumbuh pesat sebesar 60,1 persen yoy. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 27 April 2024 dengan judul "Tumbuh 10,7 Persen Top, Penyaluran Kredit BTN Capai 292,7 Triliun"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.