Dark/Light Mode

Tumbuh 10,7 Persen

Top, Penyaluran KPR BTN Capai 292,7 Triliun

Sabtu, 27 April 2024 07:05 WIB
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L.P. Napitupulu (kedua kiri), berbincang dengan Wakil Direktur Utama Oni Febriarto Rahardjo (tengah), Direktur Consumer Hirwandi Gafar (kedua kanan), Direktur Finance Nofry Rony Poetra (kiri) dan Direktur Distribution & Institutional Funding Jasmin, di sela Paparan Kinerja Keuangan BTN Kuartal I-2024 di Jakarta, Kamis (25/4/2024). Foto: AMA/RAKYAT MERDEKA/RM.ID
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L.P. Napitupulu (kedua kiri), berbincang dengan Wakil Direktur Utama Oni Febriarto Rahardjo (tengah), Direktur Consumer Hirwandi Gafar (kedua kanan), Direktur Finance Nofry Rony Poetra (kiri) dan Direktur Distribution & Institutional Funding Jasmin, di sela Paparan Kinerja Keuangan BTN Kuartal I-2024 di Jakarta, Kamis (25/4/2024). Foto: AMA/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

 Sebelumnya 
“Dari hasil kajian kami, penu­runan pasar lebih terasa di seg­men harga menengah bawah di bawah Rp 1 miliar yang menjadi target bisnis BTN selama ini,” ujar Ali kepada Rakyat Merde­ka, kemarin.

Naiknya harga dan bunga KPR, mendorong masyarakat ke depan lebih selektif, dalam mengajukan pinjaman ataupun mencari pinjaman dengan suku bunga kredit yang lebih rendah.

“Tantangan bagi bank adalah menyediakan produk terjangkau bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan properti dan KPR tetap terjaga,” imbaunya.

Kemudian, sambung Ali, keti­dakpastian kondisi global dan geopolitik dunia juga perlu diantisipasi karena dapat me­lemahkan ekonomi dan memicu kenaikan inflasi, termasuk inflasi bahan bangunan.

“Maka, kebijakan insentif di­perlukan, serta upaya Pemerin­tah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dari sisi properti yang menjadi salah satu penyumbang ekonomi di sektor riil,” katanya.

DPK Dan Aset Solid

Baca juga : Menlu Singapura Sowan Ke Jokowi

Selanjutnya dari sisi kinerja BTN, dengan ditopang pertum­buhan kredit dan DPK (Dana Pihak Ketiga) yang solid mem­buat total aset BTN tumbuh 13,1 persen year on year/yoy menjadi Rp 454,0 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 401,5 triliun.

“Kinerja yang positif pada kuartal I-2024 BTN berhasil mencatat pertumbuhan laba ber­sih sebesar 7,4 persen menjadi Rp 860 miliar, dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu se­nilai Rp 801 miliar,” ujar Nixon.

Dia merinci, pada periode Januari-Maret 2024, BTN mem­bukukan pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 14,8 persen menjadi Rp 344,2 triliun, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 299,7 triliun.

“Pertumbuhan kredit dan pembiayaan BTN tersebut, dito­pang kredit dan pembiayaan pe­rumahan serta kredit bermargin tinggi (high-yield loans) yang cukup diminati masyarakat,” tuturnya.

Artinya, lanjut Nixon, fokus perseroan untuk mengembang­kan segmen high yield dan komersial mulai membuahkan hasil. Hal ini terlihat pada pen­capaian kinerja kuartal I-2024.

Baca juga : 113 Ribu Warga Urus Surat Pindah Domisili

Penyaluran kredit dan pendapatan operasional tumbuh impresif di saat suku bunga dana merangkak naik, imbas mengetatnya likuiditas yang membayangi industri perbankan sejak akhir tahun lalu.

Di tengah pertumbuhan kredit yang pesat, Nixon menegaskan, BTN tetap menjaga kualitas kredit dengan baik. Perseroan mencatat penurunan rasio kredit berma­salah (Non Performing Loan/NPL) gross menjadi 3 persen pada kuartal I-2024, dari 3,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio Loan at Risk (LAR) juga tercatat menurun ke level 21,6 persen dari sebelumnya 24,2 persen.

“Pada saat yang sama, kami meningkatkan coverage NPL menjadi 152,8 persen dari sebelumnya 145,9 persen pada kuartal I tahun 2023,” tutur Nixon.

Sementara DPK tumbuh 11,9 persen menjadi Rp 357,7 triliun. Pertumbuhan ini masih melam­paui pertumbuhan DPK industri perbankan pada Februari 2024, yang tercatat sebesar 3,8 persen. Dari total DPK tersebut, porsi dana murah Current Account Sav­ings Account (CASA) mencapai 49,9 persen pada kuartal I-2024.

Pertumbuhan DPK juga dito­pang salah satunya oleh mening­katnya jumlah pengguna aplikasi BTN Mobile serta transaksi yang dilakukan.

Baca juga : Panggung Olimpiade Sudah Di Depan Mata

Hingga akhir Maret 2024, jumlah pengguna aktif BTN Mobile mencapai 1,4 juta, dengan nilai transaksi mencapai Rp 20,5 triliun hingga akhir kuartal I-2024, bertumbuh pesat sebesar 60,1 persen yoy. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 27 April 2024 dengan judul "Tumbuh 10,7 Persen Top, Penyaluran Kredit BTN Capai 292,7 Triliun"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.