Sebelumnya
Sehingga konsolidasi Waskita Karya menjadi unit bisnis Hutama Karya, bakal menjadi langkah yang tepat.
“Kekuatan keuangan Hutama Karya, makin lama makin bagus. Jadi, jangan ragu-ragu Waskita itu gabung. Ini langkahnya sudah benar, menjadi holding bersama Hutama Karya,” tegasnya.
Menurutnya, setelah menjadi anak usaha, semua aset milik Waskita Karya akan dikonsolidasikan ke Hutama Karya.
Begitu juga laporan kinerja operasional hingga keuangan Waskita, juga akan dikonsolidasikan ke induk holding-nya.
Sejauh ini, Arya mengaku, belum ada rencana perubahan nama pada masing-masing BUMN yang tergabung dalam konsolidasi tersebut.
Baca juga : Jukir Minimarket Baiknya Dibina, Bukan Dibinasakan
“Nggak ada (perubahan nama), tetap saja,” katanya.
Terpenting, kata dia, meski dalam satu sektor yang sama, setiap perusahaan nantinya memiliki spesialisasi masing-masing usai bergabung di dalam holding.
Dengan begitu, tidak ada lagi kasus adu tender sesama BUMN dalam mendapatkan proyek-proyek infrastruktur ke depannya.
Mengingat selama ini setiap pelaksanaan tender proyek (Pemerintah) hanya antar BUMN dan tak ada pihak swasta.
“HK dan Waskita ini satu spesialisasinya. Nanti yang lain juga punya spesialisasi sendiri. Antar BUMN nggak akan tanding tender-tenderan lagi, nggak banting-banting harga lagi,” bebernya.
Baca juga : Atalanta Vs AS Roma, Misi Pelampiasan Dendam
Di kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Hutama Karya Aloysius Kiik Ro mengaku, siap untuk berkonsolidasi dengan Waskita Karya.
“HK akan bersinergi, berintegrasi dengan Waskita Karya. Kami siap sesuaikan dengan kebijakan. Kami juga sudah klop secara chemistry,” ucap Aloysius.
Terpisah, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menerangkan, tujuan mengkonsolidasikan Waskita Karya menjadi anak perusahaan Hutama Karya, di antaranya agar tidak ada lagi permasalahan soal utang kepada vendor.
Untuk itu, pendanaan proyek Pemerintah akan langsung diberikan ke proyek, bukan lagi melalui korporasi.
“Sehingga tidak ada pendanaan diselewengkan dengan yang lain-lain,” kata Tiko, sapaan akrabnya, di Jakarta, Minggu (5/5/2024).
Baca juga : Menang, Djoker Dilempar Botol
Mantan bos Bank Mandiri ini menargetkan, proses restrukturisasi Waskita Karya bisa rampung pada Mei 2024. Sementara restrukturisasi WIKA sudah selesai.
Hal ini guna memastikan, bahwa setiap BUMN memiliki kinerja yang sehat ke depannya.
“Kalau WIKA, MRA (Master Restructuring Agreement)-nya sudah. Yang Waskita, sedang diselesaikan dengan bond. Jadi harusnya, Mei ini selesai,” tukasnya. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Minggu, 12 Mei 2024 dengan judul "Diharapkan Hilangkan Perang Harga, Holding BUMN Karya Bakal Rampung September 2024"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.