RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mematok Indonesia menjadi anggota penuh Organisasi Kerja Sama dan Pembagunan Ekonomi atau Organisation fot Economic Co-operation and Development (OECD), tiga tahun lagi atau pada 2027. Kerja sama ini diyakini akan membawa Indonesia menjadi negara maju.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis, dengan menjadi anggota OECD, Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju yang memiliki pendapatan per kapita yang tinggi pada 2045. Sebab, dengan menjadi anggota OECD, Indonesia akan semakin adaptif terhadap perkembangan global yang terjadi.
Airlangga menerangkan, dari sisi ekonomi, banyak keuntungan yang akan didapat Indonesia dengan menjadi anggota OECD.
Salah satunya, pendapatan per kapita Indonesia dalam 10 tahun ke depan bisa tembus 12.000 dolar Amerika Serikat (AS). Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan saat ini yang masih 4.900 dolar AS.
Baca juga : Selama 4 Tahun, DKI Alami 5.170 Bencana
“Dengan pendapatan perkapita yang naik signifikan, akan semakin membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi negara maju atau terlepas dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap,” kata Airlangga dalam konferensi pers Workshop Proses Aksesi Indonesia Dalam OECD di Jakarta, Rabu (29/5/2024).
Sementara dalam 20 tahun ke depan, sambung Airlangga, pendapatan per kapita Indonesia diprediksi bisa mencapai 24.000 hingga 36.000 dolar AS.
Di samping itu, keanggotaan Indonesia ke dalam OECD bisa meningkatkan investasi sebesar 0,37 persen dan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1 persen.
“Peningkatan investasi dan PDB ini pastinya akan meningkatkan kinerja dunia usaha, terbukanya lapangan kerja, terserapnya tenaga kerja dan makin Menggeliatnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang akhirnya bermuara pada ketahanan ekonomi nasional,” ungkapnya.
Baca juga : Cari Formasi Dan Strategi Jitu
Dikatakan Airlangga, dalam mempersiapkan keanggotaan penuh Indonesia di OECD, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk tim Pelaksana Percepatan Keanggotaan OECD.
“Nantinya, aksesi keanggotaan OECD bakal terintegrasi dengan rencana pembangunan jangka menengah Indonesia,” ujar Airlangga.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut, Pemerintah Indonesia sedang menyusun initial memorandum guna disampaikan kepada OECD, sebagai bagian dari aksesi menuju keanggotaan penuh di organisasi tersebut.
“Isinya adalah assesment Indonesia terhadap situasi Indonesia,” kata Suahasil di Jakarta, Selasa (28/5/2024).
Baca juga : Gregoria Angkat Koper
Dia mengatakan, initial memorandum. menjadi bagian dari proses aksesi menjadi anggota penuh OECD sejak Indonesia berpartisipasi sebagai negara mitra sejak 2007.
Selain itu, Indonesia pernah menjadi co-chair bersama Jepang dalam memulai program OECD untuk South East Asia Regional Program pada 2014 silam.
Proses aksesi yang dilakukan Indonesia saat ini tidak hanya berfokus pada penyesuaian kebijakan dan regulasi. Tetapi juga melibatkan penilaian menyeluruh oleh OECD untuk memastikan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari komunitas internasional yang bekerja sama dalam berbagai bidang ekonomi, sosial, politik dan lingkungan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.