Dark/Light Mode

Hadapi Sengketa Laut China Selatan

Indonesia Harus Kuatkan Perkawanan & Pertahanan

Jumat, 31 Mei 2024 07:30 WIB
Ilustari, Peta Laut China Selatan (Foto: Istimewa)
Ilustari, Peta Laut China Selatan (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Akhir April 2024, gelombang Laut China Selatan yang siang itu tampak tenang, bergolak. Sebuah kapal logistik Filipina terlihat terhempas, ditembak meriam air bertekanan tinggi dari kapal penjaga pantai alias coastguard China.

Seperti pertarungan David versus Goliath, kapal Filipina yang ukurannya tak sebanding dengan kapal raksasa coastguard China, tampak tak berdaya.

Ini bukan kali pertama. Dalam satu kejadian pada Desember 2023, salah satu kapal yang ditembak ternyata dinaiki Panglima Angkatan Bersen­jata Filipina Jenderal Romeo Brawner. Akibatnya, ada kapal yang mengalami kerusakan mesin akibat semprotan air bertekanan tinggi.

Bukan hanya itu, beberapa kapal logistik Filipina sengaja ditabrak Kapal Penjaga Pantai China yang ukurannya lebih besar.

Baca juga : Kemdikbudristek Tarik Buku Panduan Rekomendasi Sastra

Filipina langsung melayang­kan protes. Namun, insiden itu tak berbuntut panjang. Selain karena tak ada korban, China juga tak mengetahui ada orang penting di dalam salah satu kapal yang menjadi target.

Persoalan Laut China Selatan kian ruwet seiring langkah China yang terus melakukan langkah provokatif di wilayah perairan tersebut.

Laut China Selatan beririsan dengan wilayah negara-negara Asia Tenggara, yakni Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei Da­russalam, serta Indonesia.

Negara kita perlu menjaga kedaulatan, serta mengantisipasi berbagai potensi yang mungkin terjadi.

Baca juga : Beringin Bakal Ngusung Putrinya Akbar Tandjung

Saat ini, Indonesia perlu terus mempererat hubungan kerja sama antarnegara. Selain itu, pertahanan militer juga kudu dikuatkan.

Kedaulatan Indonesia harus tetap terjaga. Perlu menganti­sipasi berbagai potensi yang mungkin terjadi.

Indonesia perlu terus memper­erat hubungan kerja sama antar negara. Selain pertahanan militer juga kudu dikuatkan.

Laut China Selatan memiliki daya tarik yang luar biasa. Ter­kandung nilai cuan yang tidak terhitung.

Baca juga : Ternyata, Ada Juga Wakil Rakyat Yang Kasih Dukungan

Laut China Selatan sejak tempo dulu tergolong sebagai jalur pelayaran tersibuk di du­nia. Tidak cuma itu, Laut China Selatan kaya akan hayati, khu­susnya ikan konsumsi.

Di bawah lapisan terdalam, juga terdapat sumber daya alam melimpah ruah seperti minyak dan gas. Inilah magnet kencang yang menjadi daya tarik selain soal kedaulatan.

Meski namanya Laut China Selatan, bukan berarti ini milik China. Nama tersebut muncul dari sebutan orang-orang Eropa. Sejak dulu bangsa Eropa meng­gunakan laut ini sebagai rute pelayaran bisnisnya dari Eropa dan Asia Selatan ke pos-pos dagang di China.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.