RM.id Rakyat Merdeka - KoinWorks mengumumkan peluncuran Impact Report 2023 yang berjudul "Leveling Up the MSME Ecosystem" bersama Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) diikuti dengan diskusi panel pada 19 Juni 2024.
Acara peluncuran edisi kedua dari laporan tahunan ini juga menandai dimulainya inisiatif 'Play It Forward' KoinWorks untuk terus menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan beberapa pembicara dari sektor fintech, modal ventura, dan ekonomi berkelanjutan.
"KoinWorks adalah perusahaan fintech dengan sebuah misi yang jelas, yang berkomitmen untuk memastikan kontribusi kami terhadap inklusi keuangan, pengurangan karbon, dan dampak positif pada pendana, peminjam, serta semua pemangku kepentingan," ujar CEO dan Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono dalam siaran pers, Senin (1/7/2024).
Seperti yang dijelaskan dalam Impact Report KoinWorks, pada sektor-sektor seperti FMCG, pertanian, dan kesehatan, kecepatan, efisiensi, dan kelincahan sangat penting dalam bisnis.
Lebih dari 60 persen UMKM menghadapi tantangan dalam mengelola rantai pasokan mereka secara efisien, terutama dengan keterbatasan arus kas.
"Visi kami adalah agar UMKM tidak hanya masuk ke pasar sebagai pengecer tetapi menjadi bagian integral dari ekosistem produksi domestik," kata Chief of Impact & ESG KoinWorks, Angelique Timmer.
Baca juga : Penetrasi Internet Telkomsel Berdampak Positif Bagi Ekonomi Digital Indonesia
Dia mengatakan, pihaknya fokus pada dukungan di tingkat ekosistem, bermitra dengan pemain kunci UMKM, penggerak UMKM, dan lembaga keuangan tradisional, untuk meningkatkan seluruh rantai pasokan.
KoinWorks juga terlibat dalam program inkubasi UMKM yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM)
“Kolaborasi ini penting dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan untuk meningkatkan seluruh ekosistem UMKM," kata Angelique.
Mendukung pernyataan Angelique, Hanadia dari Aftech menyebutkan, adanya data yang menunjukkan kenaikan tren prinsip-prinsip keberlanjutan dalam praktik bisnis, yang juga dikonfirmasi oleh dua pembicara lainnya.
Selain itu, Hanadia membagikan rencana Asosiasi untuk meluncurkan penelitian mereka tentang tren ESG di sektor fintech Indonesia, yang semakin membuktikan bahwa 'impact dan ESG' adalah prioritas utama dalam agenda Aftech.
Aftech dan KoinWorks sepakat bahwa pemberdayaan UMKM, sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, perlu dilakukan tidak hanya dengan pembiayaan.
Namun juga, dengan dukungan dan dorongan agar mereka dapat mengadopsi praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Baca juga : Dirjen Imigrasi: Visa Diaspora Bisa Dipakai Bekerja Hingga Sekolah Di Indonesia
Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Yasmine Meylia mengungkapkan, seiring berkembangnya industri, penting untuk tidak hanya memfasilitasi pinjaman tetapi juga secara aktif mendukung ekosistem keuangan.
Memastikan pertumbuhan UMKM disertai dengan akuntabilitas dan dedikasi terhadap dampak sosial positif, menegaskan pentingnya Impact Report ini sebagai instrumen untuk mendorong perubahan dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan.
Melanjutkan diskusi tentang tren ESG, Rifki dari KEM menekankan bahwa kerangka kerja ESG sekarang ini tidak terhindarkan dan perlu dilengkapi dengan pedoman investasi berkelanjutan, dan daftar UMKM berkelanjutan.
Ketiga pembicara menyimpulkan bahwa kolaborasi multi-stakeholders telah menjadi bagian penting dari mewujudkan kerangka kerja ESG yang tepat.
Diskusi panel kedua, yang berjudul sama dengan Impact Report, “Leveling Up the MSME Ecosystem" membahas tantangan yang masih dihadapi oleh UMKM dalam menjalankan bisnis, yang seringkali memperlambat pertumbuhan bisnis yang diinginkan.
Diskusi ini menghadirkan Benedicto Haryono; Tubagus Syailendra, CEO Chickin Indonesia; dan Haruka Ikegami, Direktur Utama Saison Modern Finance.
Mengenai kolaborasi antara KoinWorks dan Chickin Indonesia, Tubagus menekankan peningkatan ekosistem UMKM di sektor peternakan unggas dapat dilakukan melalui pendanaan inklusif dan bantuan bisnis dari hulu ke hilir, tanpa berhenti di tahap tertentu.
Baca juga : Pemberangkatan Calhaj, Dirjen Imigrasi Pastikan Makkah Route Di 3 Bandara Lancar
Hal ini ditegaskan Benedicto, yang menyatakan agility dalam operasional sangat penting, sebuah sifat yang ditunjukkan oleh KoinWorks selama pandemi, menjadikannya mitra penting bagi Chickin Indonesia.
Ikegami dari Saison Modern Finance juga menekankan bahwa kepercayaan dan dukungan seluruh sistem terhadap impian UMKM diperlukan tidak hanya untuk memperkuat ekonomi lokal tetapi juga untuk menciptakan dampak sosial yang signifikan.
Kemitraan dengan perusahaan fintech digital di Indonesia, seperti KoinWorks, memungkinkan Saison Modern Finance untuk mendorong pertumbuhan masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan negara.
Hal ini diklaim sejalan dengan DNA Saison Modern Finance sebagai institusi keuangan yang memprioritaskan inklusi keuangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.