BREAKING NEWS
 

Gandeng Makmur Petrokimia, SGN Kerek Kesejahteraan Petani Tebu

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 5 Juli 2024 23:01 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan, Hariyanto menegaskan komitmen perseroan dalam mewujudkan swasembada gula nasional dengan diiringi penguatan petani, sehingga membawa dampak peningkatan kesejahteraan petani.

Hal ini disampaikannya dalam acara gelar teknologi dan seremonial panen dan tanam tebu program Makmur di kebun tebu Mangliwetan Bondowoso, Kamis (4/7/2024).

Hariyanto menjelaskan, Program Makmur merupakan salah satu rangkaian upaya perseroan untuk bersinergi menyukseskan swasembada gula.

Menurutnya, ekosistem sangat penting, karena pihaknya tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Dari mulai benih, pupuk, pendanaan dari perbankan, hingga pabrik gula sebagai off taker.

“Yang terpenting pencapaian swasembada gula diiringi dengan penguatan petani dengan membantu akses permodalan, benih hingga saprodi-sarana produksi," tutur Hariyanto.

Baca juga : Mahasiswa Se-Jateng Dukung Sudaryono Jadi Gubernur

Salah satu kendala yang dihadapi petani tebu adalah akses dan ketersediaan saprodi.

Di antaranya pupuk yang dibutuhkan tanaman untuk proses pertumbuhan dan peningkatan produktivitas.

Hal ini disampaikan Rolis Wikarsono Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan.

Adsense

"Lahan kami sekitar 6.500-an hektar di hampir seluruh kabupaten Situbondo telah ter-cover Program Makmur, Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat, kami mendapatkan jaminan pupuk yang asli dan prosesnya hanya dua tiga hari, harganya kompetitif," ungkap Rolis.

Petani mitra PG Pradjekan merupakan petani tebu yang pertama mengakses Program Makmur tiga tahun yang lalu.

Baca juga : Gandeng Bank Ganesha, Cairin Mantapkan Kerja Sama Strategis Loan Channeling

Dampak dari program tersebut kini dirasakan oleh para petani, selain jaminan ketersediaan pupuk, peningkatan produktivitas hingga peningkatan pendapatan petani.

"Tahun ini peningkatan produktivitas luar biasa, sebelumnya di 76 kini menjadi 110 ton per hektar, rendemen naik, pendapatan petani juga naik," jelas General Manager PG Pradjekan, Mohammad Sholeh Kusuma.

Kenaikan produktivitas tersebut dinilai cukup signifikan, mencapai 45 persen dari semula 76 ton per hektar menjadi 110 ton per hektar, kenaikan rendemen mencapai 9,9 persen dari 8,14 persen menjadi 8,94 persen.

Sehingga pendapatan petani meningkat dari semula Rp 53,4 juta per hektar menjadi Rp 69,4 kita per hektar.

Sementara itu Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik Robby Setiabudi Madjid memberikan apresiasi atas peningkatan produktivitas yang diraih oleh petani tebu mitra PG Pradjekan.

Baca juga : Arsan Makarin Janji Akan Kembali Ke Pangkuan Persib

Pihaknya meyakini, melalui sistem bagi hasil dengan petani, ditambah dengan kinerja SGN petani akan tambah makmur.

"Setelah kami berdiskusi dengan mitra tadi, kebetulan pabrik gula Prajekan ternyata ranking 1 terkait rendemen seluruh SGN. Selain itu, kami berterima kasih pada semua ekosistem yang berada di Program Makmur ini kami karena mensukseskan juga ketahanan pangan nasional," tandas Robby.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense