BREAKING NEWS
 

Ajukan PMN Rp 1 Triliun, Perumnas Bakal Kelarkan Proyek 3.180 Unit Perumahan Rakyat

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 12 Juli 2024 15:21 WIB
Perum Perumnas mengajukan penyertaan modal negara (PMN) Tunai senilai Rp 1 triliun untuk tahun anggaran 2025. (Foto: Ilustrasi Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Perumnas mengajukan penyertaan modal negara (PMN) Tunai senilai Rp 1 triliun untuk tahun anggaran 2025.

Dana PMN tersebut akan diperuntukkan melanjutkan, dan menyelesaikan beberapa proyek perumahan rakyat yang tersebar di beberapa kota. Terutama, pada area-area di mana terdapat backlog perumahan.

Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro menyampaikan, suntikan dana berupa PMN Tunai diperlukan Perumnas, guna terus menjalankan penugasan dari Pemerintah sebagai satu-satunya BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pengembang, dalam membangun dan menyediakan kawasan perumahan.

Khususnya, bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta berperan strategis dalam pengurangan jumlah backlog perumahan nasional.

Baca juga : Romo Benny: Mari Perkuat Demokrasi Untuk Melayani Seluruh Rakyat

Perumnas sambung Budi, memiliki misi sosial berupa penyediaan rumah terjangkau. Minimal 20 persen dari unit di setiap proyek dialokasikan khusus untuk subsidi.

“Pengajuan PMN Tunai sebesar Rp 1 triliun ini akan kami pergunakan untuk melanjutkan persediaan yang ada, sehingga memang fokus Perumnas ke depannya adalah menyelesaikan proyek existing menjadi kawasan perumahan yang layak huni bagi masyarakat,” tutur Budi, Jumat (12/7/2024).

Budi menyampaikan, secara keseluruhan suntikan dana pengajuan PMN tahun 2025, ditujukan untuk menyelesaikan pembangunan hunian sebanyak 3.180 unit.

Adsense

Terdiri dari perumahan terintegrasi transportasi umum, persedian cluster baru/extension, dan persedian kavling di Jabodetabek, Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan pembangunan rumah susun Milenial Kemayoran.

Baca juga : Sudah 58 Tahun, Hasto Ingin Bawa Banteng Pimpin Pergerakan Rakyat

Budi menegaskan, Perumnas sebagai korporasi tentunya tidak bergerak sendiri, sehingga dalam memenuhi berbagai program penyediaan hunian masyarakat dan mengurangi angka backlog kebutuhan hunian di Indonesia, diperlukan keterlibatan Pemerintah dan peran serta seluruh stakeholder, untuk mengakselerasi penyelesaian pembangunan hunian tersebut.

“Perumnas berkomitmen dalam mengoptimalkan perannya sebagai pengembang hunian masyarakat, dan terus berupaya untuk bertransformasi dengan melakukan penguatan model bisnis sebagaimana arahan Menteri BUMN,” ucapnya.

Seperti misalnya, pada kebijakan pengadaan tanah melalui revitalisasi rumah susun eksisting dan kerja sama pengembangan lahan idle milik Pemerintah/BUMN/Bank Tanah.

Bersamaan dengan itu pula, turut dilakukan kebijakan refinancing dan kebijakan produk yang memfokuskan pengembangan hunian. Di antaranya adalah, yang terintegrasi dengan transportasi.

Baca juga : Terima Kunjungan Pejabat Azerbaijan, Wapres Bahas Pelayanan Publik Yang Prima

“Menjadi satu komitmen Perumnas di mana tujuan penggunaan PMN yang diajukan ini adalah, untuk pembangunan di lahan/proyek pada area-area terdapat backlog perumahan,” katanya.

Selain itu, bermanfaat bagi pembangunan perumahan yang terintegrasi dengan transportasi umum, pengembangan ekosistem kawasan (termasuk sarana dan prasarana) yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan meningkatkan daya jual Perumnas, menstimulus pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar, serta penyelesaian persediaan.

“Dengan dana PMN tunai sebesar Rp 1 triliun ini, kami yakin dapat memberikan hasil yang positif tidak hanya bagi Perumnas. Melainkan secara paralel, juga berdampak positif bagi masyarakat melalui penyediaan perumahan dan lapangan pekerjaan,” pungkas Budi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense