BREAKING NEWS
 

Selektif Dan Prudent Salurkan Kredit

Cetak Laba Rp 29,90 T BRI Semakin Menyala

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 26 Juli 2024 07:00 WIB
Direktur Utama BRI, Sunarso dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Keuangan BRI Triwulan II-2024 yang digelar secara virtual pada Kamis, (25/7/2024).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Persero dan entitas anak perusahaan, semakin menyala dan sukses mencetak laba sebesar Rp 29,90 triliun, atau tumbuh 0,95 persen di akhir triwulan II-2024 dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 29,42 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso menegaskan, kinerja BRI telah mengalami pertumbuhan yang selektif dan prudent. Hal itu karena ditopang dari per­tumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang double digit.

Sunarso merinci, penyaluran kredit BRI tercatat Rp 1.336,78 triliun atau tumbuh 11,20 persen year on year (yoy). Dari jumlah tersebut, segmen UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) masih mendominasi penyaluran kredit BRI.

“Porsinya mencapai 81,96 persen dari total penyaluran kredit BRI, atau sekitar Rp 1.095,64 triliun,” ujar Sunarso dalam pa­paran kinerja triwulan II-2024 secara virtual, Kamis (25/7/2024).

Penyaluran kredit yang tum­buh double digit tersebut mem­buat aset BRI meroket. Hingga akhir Juni 2024, aset BRI tum­buh 9,54 persen yoy menjadi Rp 1.977,37 triliun.

Baca juga : APBD Cukup Untuk Bayar Upah 4.127 Guru Honorer

“Pertumbuhan kredit tersebut diikuti penyaluran kredit yang selektif dan prudent, sehingga per­seroan mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan,” jelasnya.

Rasio Loan at Risk (LAR) tercatat membaik atau turun dari semula 14,94 persen pada akhir triwulan II-2023 menjadi 12,00 persen pada akhir triwulan II-2024.

Sementara, rasio kredit ber­masalah (Non Performing Loan/NPL) terjaga di kisaran 3,05 persen, dengan rasio NPL coverage berada pada level yang memadai sebesar 211,60 persen.

“Khusus NPL di sektor UMKM naik. Untuk itu, BRI juga telah mempersiapkan diri, bahkan sebelum berakhirnya masa relaksasi kredit (Maret lalu),” ucapnya.

Terpenting, sambung Sunarso, menyiapkan segala macam bantalan yang disebut cadangan.

Baca juga : Tim Ayam Jantan Patok The Yanks

“Kami lebih selektif memilih UMKM dengan memperketat Risk Acceptance Criteria (RAC) dan loan portofolio guidelines. Kami pilih mana sektor yang masih bisa lanjut dan tidak bermasalah,” katanya.

Selanjutnya, BRI tetap akan melakukan restrukturisasi kredit dengan atau tanpa aturan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Artinya, lanjut mantan bos Pega­daian ini, jika ada peraturan perpanjangan restrukturisasi, maka BRI akan ikut melakukan restrukturisasi sesuai ketentuan.

Namun, jika restrukturisasi kredit akibat Covid-19 tidak jadi diperpanjang, maka emiten berkode saham BBRI ini akan mengikuti ketentuan umum yang biasa dilakukan oleh bank.

“Kalau tidak bisa direstruk­turisasi juga, kami lakukan write off. Di situ pencadangan kuat yang bicara. Saat ini, pencadangan BRI sudah dua kali lipat dari NPL, jadi cukup untuk melakukan write off,” jelasnya.

Terakhir, jika sudah di-write off, perseroan akan tetap melaku­kan penagihan untuk meningkat­kan recovery kredit nasabah yang dihapusbuku tersebut.

Baca juga : Ratu Tanah Liat Incar Emas

Sunarso menegaskan, langkah-langkah yang diambil BRI terse­but mencerminkan upaya bank untuk menjaga stabilitas Keuangan dan melindungi kepentingan nasabah di tengah ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi.

Adsense

“Dengan pendekatan yang hati-hati dan persiapan yang matang, BRI optimistis dapat mengelola risiko kredit dan mendukung pemulihan sektor UMKM yang terdampak Co­vid-19,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense