Sebelumnya
Termasuk pabrik-pabrik di sekitar Jakarta, nanti akan diawasi menggunakan sensor untuk memantau gas apa yang dilepas ke udara.
Luhut mengatakan, semua upaya tersebut merupakan tanggung jawab bersama dan demi kebaikan semua pihak.
Perlu Pembiayaan
Baca juga : BUMN Dan Anak Usaha Didorong Agresif IPO
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi mengatakan, Pemerintah masih terus mengkaji 13 unit PLTU untuk dilakukan penghentian operasional lebih cepat dari rencana awal.
Menurutnya, dari 13 unit PLTU tersebut, lima di antaranya apabila dibiarkan, sebetulnya juga akan mati sendiri pada 2030. Karena itu, Kementerian ESDM memilih skema coal phase down dalam menghentikan operasional PLTU.
Baca juga : Kualitas Pendidikannya Jangan Kaleng-kaleng
Dalam skenario ini, operasi PLTU akan dibiarkan hingga berakhirnya kontrak jual beli listrik. 13 unit PLTU tersebut memiliki kapasitas sebesar 4,8 Giga Watt (GW) dengan 66 juta ton CO2.
“Ada PLTU Suralaya, Paiton, itu yang besar dan sangat polluted. Kalau itu mau di-shut down, perlu pembiayaan lagi,” ujarnya. DIR
Baca juga : Morata Siap Antarkan Milan Raih Scudetto
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 15 Agustus 2024 dengan judul "Soroti Penyebab Polusi Udara Jakarta Luhut: PLTU Suralaya Bakal Disuntik Mati"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.