BREAKING NEWS
 

Kemenkop UKM Bakal Bentuk Konsorsium Penerapan ICS Bersama Kemenkeu, Kemenko Perekonomian dan OJK

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 19 September 2024 18:49 WIB
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Yulius. (Foto: Dwi ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Yulius mengungkapkan, bersama Kemenkeu, Kemenko Perekonomian, Kemenkop UKM dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), akan segera dibentuk konsorsium.

Memiliki tugas untuk mengatur, mengawasi dan menentukan kriteria innovative credit scoring (ICS) yang akan diterapkan oleh perbankan.

Selanjutnya, usulan tersebut akan dibahas dan diputuskan pada Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan Pembiayaan bagi UMKM (Rakor Komjak).

Baca juga : Kemenko Marves Tekankan Pentingnya Penerapan ESG Bagi Perusahaan Hadapi Krisis Iklim

Yulius juga menyebutkan beberapa contoh negara yang sudah menerapkan ICS dan didukung oleh kebijakan, serta infrastruktur data yang terintegrasi. Di antaranya, Inggris, India, Korea Selatan (Korsel), China, dan Amerika.

Adsense

“Di Inggris berhasil meningkatkan persetujuan kredit sebesar 14 persen, tanpa meningkatkan risiko NPL (studi empiris pada kerjasama Aire (ICS) dan Experian),” ungkap Yulius dalam konferensi pers Capaian Penerapan ICS di kantor Kemenkop UKM, Kamis (19/9/2024).

Di India, berhasil meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, dari 40 persen meningkat menjadi 80 persen masyarakat yang bankable dan berpotensi mengakses kredit.

Baca juga : Rampungkan PSN Sesuai Target, PLN Terima Penghargaan dari Kemenko Perekonomian

Kemudian di Korsel, berhasil meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, di mana sebesar 95 persen masyarakat memiliki akun bank dan berpotensi mendapat akses kredit.

Selain itu, ICS berhasil meningkatkan penyaluran kredit sebesar 15 persen dan mengurangi risiko NPL sebesar 12 persen dengan proses yang lebih efektif dan efisien. (Studi empiris pada Lenddo/ICS).

Di China, berhasil membantu meningkatkan akses kredit bagi masyarakat yang unbankable, terutama masyarakat pedesaan.

Baca juga : Kemenkop UKM-BRIN Mantapkan Kerja Sama Komersialisasi Riset Dan Inovasi UMKM

Dan di Amerika, berhasil meningkatkan persetujuan kredit 20 persen dengan tetap menjaga tingkat NPL yang sama. (Studi empiris pada FICO Score).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense