Dark/Light Mode

Kemenkop UKM-BRIN Mantapkan Kerja Sama Komersialisasi Riset Dan Inovasi UMKM

Jumat, 19 Juli 2024 14:35 WIB
Kepala BRIN LT Handoko (kanan) menyambut baik inisiatif Menkop UKM  Teten Masduki untuk bersama-sama memanfaatkan hasil riset dan inovasi untuk mendukung pengembangan UMKM, startup, dan wirausaha nasional. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Kepala BRIN LT Handoko (kanan) menyambut baik inisiatif Menkop UKM Teten Masduki untuk bersama-sama memanfaatkan hasil riset dan inovasi untuk mendukung pengembangan UMKM, startup, dan wirausaha nasional. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjajaki peluang kerja sama terkait komersialisasi hasil riset dan inovasi, agar menjadi sumber ekonomi baru khususnya di sektor UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, sebagian besar pelaku usaha di Indonesia didirikan bukan berdasarkan hasil riset atau inovasi, sehingga kegiatan usahanya cenderung sulit berkembang optimal.

Untuk itu menurut Teten, sudah saatnya UMKM dan dunia usaha dapat menjalankan bisnisnya dengan didasarkan pada hasil riset.

BRIN sebagai lembaga resmi Pemerintah dinilai memiliki banyak hasil riset yang berpotensi untuk dilanjutkan ke tahap implementasi di dunia usaha.

"Kami ingin kerja sama dengan BRIN untuk mengomersialisasi hasil riset. Saya ditugaskan Presiden supaya ada terobosan di bidang ekonomi. Jadi kalau hasil riset ini bisa dikomersialisasi kita sudah punya ekosistemnya, sehingga kita tinggal menghubungkannya," ucapnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/7/2024).

Ia mengatakan, selama ini ekonomi Indonesia lebih banyak ditopang oleh industri manufaktur yang bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan sawit.

Baca juga : Kolaborasi Kemenkop UKM dan YDBA Komit Kembangkan UMKM Berbasis Teknologi & Inovasi

Masalah lainnya, terkait inovasi teknologi digital dari para startup lebih dominan menyasar untuk kebutuhan pembayaran (payment) dan e-commerce.

Diperlukan terobosan untuk menyediakan perangkat teknologi yang dapat memfasilitasi sektor produksi berupa pertanian, perikanan, dan perkebunan.

Hal ini terjadi karena mayoritas startup tersebut lahir tidak didasarkan dari hasil riset yang mendalam.

"Kami sedang menyiapkan beberapa startup yang diinkubasi secara khusus untuk mulai mengoptimalkan teknologi agar mendukung pengembangan UMKM di sektor produksi," jelasnya.

Teten berharap, UMKM dan startup di Indonesia dapat mereplikasi ekosistem bisnis UMKM di Korea, Jepang, Belanda, dan Australia yang didasarkan pada hasil riset sehingga mampu menciptakan sumber ekonomi baru.

Teten juga berharap agar pengembangan bisnis yang dilakukan dapat mengoptimalkan sumber daya dan potensi di masing-masing wilayah.

Baca juga : Kemenkes-ECRI Teken Kerja Sama Tingkatkan Pengadaan Barang dan Jasa Kesehatan

"Saya optimis kalau bisa mengolah produk berbasis bahan baku lokal, bisa memiliki keunggulan dan mampu kompetitif. Untuk itu kita perlu berkolaborasi dengan BRIN," tutur Teten.

Sementara itu, Kepala BRIN LT Handoko menyambut baik inisiatif Menteri Teten Masduki untuk bersama-sama memanfaatkan hasil riset dan inovasi untuk mendukung pengembangan UMKM, startup, dan wirausaha nasional.

BRIN siap menjalin sinergi dengan Kemenkop UKM untuk mengoptimalkan fasilitas yang dimilikinya sebagai pusat penelitian dan pengembangan (research and development/research and develoR&D) bagi pelaku usaha.

"Kami berharap Kemenkop UKM bisa turut memanfaatkan fasilitas yang kami miliki. Kami juga mengundang para mitra dari pelaku usaha untuk hadir di sini termasuk mengundang investasi asing mau datang ke sini bukan untuk berjualan formulanya tapi menjadikan tempat kami sebagai pusat R&D," ucap Handoko.

KST Soekarno diklaim sangat cocok untuk tempat pengembangan startup dan kewirausahaan nasional karena memiliki fasilitas yang modern.

KST ini dilengkapi laboratorium dan fasilitas penelitian canggih yang dapat digunakan untuk pengembangan uji produk.

Baca juga : Gandeng Bank Ganesha, Cairin Mantapkan Kerja Sama Strategis Loan Channeling

KST Soekarno juga siap memfasilitasi pelaku usaha untuk mendapatkan akses pembiayaan dari berbagai sumber pendanaan dan hibah riset.

Bahkan KST Soekarno ini juga memiliki akses terhadap sumber daya dan jaringan yang sangat luas sehingga memungkinkan bagi UMKM, startup, dan wirausaha untuk berkembang.

"Kawasan kami ini memiliki berbagai fasilitas untuk pengujian produk. Semoga hari ini bisa menjadi awal yang baik bagi kita untuk bersama menjalin kemitraan," pungkas Handoko.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.