BREAKING NEWS
 

Wawancara Khusus Dengan Oki Muraza, Senior VP Research, Technology and Innovation PT Pertamina

Pengembangan Biofuel Hidupkan Sentra Ekonomi Rakyat

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Senin, 23 September 2024 08:10 WIB
Senior Vice President Research, Technology, and Innovation Pertamina, Oki Muraza. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana kesiapan teknologi kita untuk pengembangan biofuel?

Pengembangan untuk skala pilot project sudah ada. Kami bekerja sama dengan BRIN. Namun belum sampai ke skala komersial. Ke depan, mungkin baiknya kita bisa ber-partner dengan sejumlah perusahaan di India. Secara teknologi, kita memungkinkan. Tapi secara investasi, belum ada informasi.

Kalau ini dijadikan Proyek Strategis Nasional (PSN), bisa membuka banyak opsi. Bisa BUMN, swasta atau asing juga berpeluang bekerja sama.

Bagaimana dukungan Pemerintah kepada Pertamina untuk pengembangan bioetanol?

Baca juga : Resmi Ditetapkan Sebagai Cagub DKI, Pramono Dan RK Bakal Debat 3 Kali

Kami terus melakukan koordinasi, dan selalu membuat kegiatan bersama dengan Direktur Bioenergi di bawah Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM. Jadi, kami sudah seirama dengan Pemerintah.

Pertamina membutuhkan banyak dukungan. Salah satunya, yang sedang dikejar itu soal tax (pajak). Dari 40 ribu kiloliter sawit (untuk campuran B35), masih ada pajaknya Rp 20 ribu per liter. Kalau di India, biofuel itu menjadi program nasional sehingga dibantu Pemerintah.

Tentang pengembangan bioavtur. Apakah Pertamina juga memberikan perhatian penting?

Teknologi Sustainable Aviation Fuel atau SAF di Pertamina itu paling maju. Kita sudah dapat katalis dan reaktornya. Juga kilangnya. Insya Allah sebelum akhir tahun, teknologinya sudah siap semua. Tinggal regulator mencari solusi bagaimana caranya menjamin ketersediaan bahan baku.

Baca juga : Lucius Karus: Kementerian Mirip Tak Perlu Komisi Baru

Kalau bahan dari minyak sawit mentah atau CPO sekarang harganya cukup tinggi. Kecuali ada kebijakan DMO dari Pemerintah. Kalau kita pakai minyak jelantah, jika sumbernya dari pengepul, harganya juga sudah tinggi. Jelantah itu, dijual ke Eropa saja harganya bisa mahal. Padahal, minyak jelantah bisa dianggap bahan baku Merah Putih karena sisa dari konsumsi rumah tangga Indonesia.

Saat ini, ada 8 juta ton minyak goreng di pasar Indonesia. Bayangkan, misalnya 1 juta ton saja yang jadi minyak bekas atau jelantah, itu sudah lebih dari cukup untuk memasok bahan bakar pesawat atau bioavtur.

Pengembangan biofuel bukan hanya penting bagi ketahanan energi, dan penurunan emisi karbon. Juga untuk ketahanan pangan, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi sirkuler. Rakyat bisa diberdayakan dan diikutkan sebagai bagian dari rantai pasok. Petani sorgum, nipah dan sawit. Juga ibu-ibu rumah tangga, ikut menyediakan jelantah.

Setelah ada pabrik biofuel pun, akan lahir multiplier effect, karena muncul sentra-sentra ekonomi baru di sekitar pabrik yang akan menghidupkan perekonomian setempat.

Baca juga : Firman Soebagyo: Mesti Ubah Anggaran Jika Nomenklatur Baru

Yang lebih penting dari semua upaya ini adalah dukungan dari Pemerintah. Pengembangan bioetanol seharusnya menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional, seperti di sejumlah negara lainnya.

Nantikan video wawancara ini di Youtube Rakyat Merdeka TV, dan Spotify Rakyat Merdeka. (Kiki Iswara | Ratna Susilowati | Firsty Hestyarini | Fazry | Khairul Umam | Khairizal Anwar).

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 23 September 2024 dengan judul Wawancara Khusus Dengan Oki Muraza, Senior VP Research Technology and Innovation PT Pertamina, Pengembangan Biofuel Hidupkan Sentra Ekonomi Rakyat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense