BREAKING NEWS
 

Diyakini Bakal Dilanjutkan Pemerintahan Baru

BUMN Yang Sakit Terus Disehatkan

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 9 Oktober 2024 07:05 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya penyehatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sakit oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) bisa dipastikan akan jalan terus meskipun ganti Pemerintahan. Sebab, program PPA berkelanjutan.

PT PPA saat ini masih meng­kaji 14 BUMN sakit. Melihat masa tugas periode Pemerintah Jokowi yang tinggal menghi­tung hari, nasib 14 perusahaan pelat merah itu akan ditentukan Pemerintah baru.

Pengamat BUMN dari Uni­versitas Indonesia (UI) Toto Pranoto memprediksi, ada se­jumlah opsi yang memungkinkan dilakukan oleh Kementerian BUMN dalam memutuskan nasib ke-14 pasien PPA tersebut.

Salah satunya, langkah di­vestasi. Pilihan divestasi bisa diambil jika produk atau jasa BUMN tersebut dianggap sudah tidak strategis.

Baca juga : Baterai Mobil Listrik RI Siap Banjiri Pasar Dunia

Divestasi merupakan langkah pengurangan nilai aset perusahaan, dengan tujuan untuk meraup keuntungan lebih banyak di masa mendatang

“Di samping itu, sudah ter­lalu banyak produk substitusi di BUMN. Maka dalam situasi ini, opsi divestasi bisa dilaku­kan,” ucap Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ia menegaskan, apa yang dikerjakan PPA saat ini adalah memperbaiki kinerja BUMN sakit. Jika sudah berubah menu­ju kinerja yang lebih baik, maka opsi selanjutnya, apakah BUMN tersebut akan didivestasi atau dipertahankan.

Posisi ideal BUMN, sambung Toto, adalah jika produk atau jasanya masih kompetitif dan dibutuhkan publik. Selain itu, si BUMN juga memiliki tingkat ke­sehatan finansial yang relatif baik.

Baca juga : Budaya Betawi Masuk Kurikulum Pendidikan

“Menteri BUMN Erick Tho­hir, berkeinginan hanya punya sekitar 40 sampai 45 BUMN yang menjadi target ideal pada 2024,” katanya.

Meski tahun ini belum tercapai, namun diharapkan pada tahun selanjutnya keinginan Menteri terwujud, kendati pemerintahan baru sudah berjalan.

Sehingga menimbulkan per­tanyaan, apakah di masa pemerintahan selanjutnya masih akan ada BUMN yang dilikuidasi? Toto menyebut, semua tergan­tung kebutuhan di masa depan.

“Mungkinkah Indonesia akan punya lebih sedikit BUMN di masa depan, tetapi lebih kompetitif dan berdaya saing,” katanya balik bertanya.

Adsense

Baca juga : Lanjutkan Karier Di Amerika, Pogba ‘Dicerai’ Nyonya Tua

Saat ini sebagian BUMN su­dah berubah status menjadi anak BUMN, karena langkah restruk­turisasi. Misalnya karena pem­bentukan holding, proses merger, dan lainnya. Sehingga jumlah perusahaan pelat merah hingga kini sudah jauh berkurang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense