BREAKING NEWS
 

Terdampak Krisis Geopolitik Global

INACA: Nasib Industri Penerbangan, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 17 Oktober 2024 19:02 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai, industri penerbangan nasional saat ini tidak sedang baik-baik saja karena mendapat banyak tekanan, baik dari dalam, maupun luar negeri.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan, di dalam negeri biaya-biaya operasional penerbangan masih tinggi serta adanya pungutan, seperti bea masuk dan pajak yang turut membebani maskapai dan penumpang.

Di luar negeri, situasi geopolitik dunia yang mengalami krisis sehingga mempengaruhi banyak hal terkait penerbangan.

Misalnya, harga avtur yang tinggi, nilai tukar mata uang yang selalu bergejolak, sulitnya pengadaan pesawat dan spareparts, hingga rute penerbangan yang terganggu.

Untuk menghadapi hal tersebut, Denon mengajak perlunya kolaborasi yang lebih baik antar stakeholder penerbangan.

Baca juga : Mewaspadai Dampak Geopolitik Rencana Perubahan Matra Di TNI

Bukan hanya maskapai dengan maskapai tapi juga dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara, penyuplai avtur, jasa groundhandling, MRO, akademisi, media massa hingga dengan penumpang.

"Bisnis penerbangan seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Karena belum selesai 100 persen pemulihan akibat terdampak pandemi Covid-19 dari tahun 2020-2022, dan sekarang terdampak krisis geopolitik global," ungkap Denon usai menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) INACA,.di Jakarta, Kamis (17/10/2024).

Menurut Denon, maskapai nasional telah berusaha menambah produksi untuk menambah penghasilan, namun maskapai juga terkendala biaya yang sangat besar.

Adsense

Selain itu, daya beli masyarakat yang melemah sehingga hasil akhirnya tidak begitu menggembirakan.

"Berbagai problem yang menghantam industri penerbangan menyadarkan kita bahwa jika ingin survive, kita harus melakukan kerja sama, kolaborasi antar semua stakeholder. This is collaboration era, not competition era! Tantangannya terlalu besar untuk kita hadapi sendiri-sendiri," tegasnya.

Baca juga : Temenos Regional Forum 2024 Bahas Depan Industri Perbankan ASEAN dan Indonesia

Bos Whitesky Aviation ini mengatakan, kolaborasi bukan hanya dilakukan secara as usual, tapi antar berbagai stakeholder untuk bersama-sama berbagi pengalaman, bersama memberikan layanan prima pada pelanggan, memperbesar market size dan menghasilkan profitabilitas.

Sebagai asosiasi maskapai penerbangan nasional, kata Denon, INACA selama ini telah melakukan pendekatan kepada berbagai stakeholder dan berupaya menjadi teman diskusi yang serius dalam upaya pengembangan industri penerbangan nasional.

Beberapa hal yang telah dilakukan INACA yaitu, menginisiasi penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor dan Kebijakan Bank Indonesia perihal persetujuan penundaan penerapan kewajiban penggunaan Rupiah untuk transaksi jasa sewa angkutan udara (charter flight) dengan menggunakan kuotasi valuta asing dan pembayaran Rupiah.

INACA juga telah membuat kajian dan mengirim surat kepada Menteri Perhubungan terkait permintaan pemberlakuan bea masuk 0 persen untuk sparepart pesawat.

Ke depan, dalam rangka anniversary ke-54 INACA juga melakukan berbagai kegiatan yang diberi nama INACA Festival 2024 sebagai upaya pengembangan bisnis penerbangan nasional.

Baca juga : Investor Di Pasar Keuangan Domestik Mulai Menggeliat

INACA Festival 2024 mengusung tema bertajuk 'Embracing Air Transport Industry by Enhancing Collaborative Governance Among Stakeholders'.

Dalam INACA Festival 2024 akan dilaksanakan beberapa kegiatan yaitu seminar penerbangan dengan menghadirkan pembicara dan panelis dari dalam dan luar negeri.

Pada rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan Forum Session berupa panel discussion dengan topik yang relevan dan penting bagi stakeholder penerbangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense