RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina terus menunjukkan kontribusinya sebagai energi penggerak kemajuan bangsa, dengan turut serta menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM). Khususnya, SDM yang akan bekerja dalam penyediaan energi nasional.
Langkah ini juga merupakan wujud peran BUMN untuk mendukung program pemerintah menciptakan SDM Unggul Indonesia Maju.
Direktur SDM Pertamina Koeshartanto menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, Pertamina sedang mengupayakan berbagai proyek di antaranya pengembangan kilang melalui proyek 4 Refinery Development Master Plan (RDM) dan 2 Grass Root Refinery (GRR).
Salah satu tantangan masa depan industri tersebut adalah ketersediaan sumber daya manusia yang handal. Sebagai penjabaran dari visi pemerintah untuk mewujudkan SDM unggul tersebut, Pertamina saat ini mengembangkan sinergi dengan perguruan tinggi vokasi, untuk menyiapkan SDM yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor energi.
Baca juga : Dirutnya Dicopot, Operasional Garuda Tetap Aman Terkendali
“Proyek untuk masa depan kemandirian energi nasional ini akan menyerap 172 ribu tenaga kerja. Baik secara langsung maupun tidak langsung, sejak masa konstruksi proyek sampai operasional berjalannya kilang,”ungkapnya.
Koeshartanto menuturkan, dalam pembangunan dan peningkatan kapasitas kilang nasional, Pertamina memprioritaskan sumber daya lokal, baik sumber daya manusia (SDM) maupun konten konstruksi yang digunakan.
Hal ini tampak dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dalam proyek ini mencapai rata-rata 35 persen. Angka ini lebih tinggi dari yang disyaratkan pemerintah, yaitu 30 persen.
Sebagai proyek strategis nasional, Pertamina melakukan sejumlah akselerasi yang terintegrasi. Baik dari sisi penyediaan SDM, proses pengadaan, maupun operasional. Sehingga, target pelaksanaan proyek bisa terlaksana lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.
Baca juga : Pertamina Siapkan Regenerasi SDM Menuju Bisnis Yang Unggul
Upaya menciptakan SDM unggul tersebut mulai diwujudkan melalui kerja sama dengan Univeritas Pertamina dan 5 (lima) Politeknik dan Sekolah Tinggi yakni Politeknik Negeri Balikpapan, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Cilacap, AKAMIGAS Balongan, dan STT Migas Balikpapan.
“Kerja sama ini menjadi momentum bagi Pertamina untuk berkontribusi nyata melahirkan bibit unggul lulusan perguruan tinggi, yang siap kerja di lingkungan industri. Untuk menjalankan tugas sebagai ujung tombak penggerak masa depan energi nasional," papar Koeshartanto.
Kerja sama yang sedang dikembangkan saat ini akan berlanjut dengan perguruan tinggi di seluruh wilayah operasi Pertamina seperti Plaju, Dumai, Tuban hingga Papua dan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil).
“Pertamina harus memastikan SDM yang terlibat dalam proyek strategis ini memiliki kompetensi, agar proyek dapat diselesaikan dengan baik dan lebih cepat,” imbuh Koeshartanto.
Baca juga : Februari 2020, Bandara Internasional Minangkabau Punya Terminal Baru
Tak hanya menyiapkan SDM yang berkualitas untuk mendukung proses konstruksi kilang RDMP dan GRR, Pertamina juga sudah memikirkan ketersediaan SDM, untuk mengoperasikan kilang melalui kerja sama dengan Universitas Pertamina.
“Kami sudah mengantisipasi penyiapan SDM beberapa tahun ke depan, untuk pengisi berbagai skill yang perlukan dalam operasional kilang. Karena hanya dengan SDM yang memiliki standar kompetensi yang tinggi, kita berharap dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi,” pungkas Koeshartanto. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.