BREAKING NEWS
 

Ekonom Sebut Pailitnya Sritex Bukan Hanya Soal Permendag

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Kamis, 31 Oktober 2024 14:03 WIB
Ilustrasi karyawan di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menilai bangkrutnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) tidak bisa hanya dikaitkan dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 8 Tahun 2024. 

Menurut Achmad, keruntuhan Sritex lebih disebabkan karena kompleksitas tantangan industri tekstil yang sudah lama, salah satunya soal tingginya biaya energi dan bahan baku. 

Baca juga : Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Airlangga Bilang Bukan Mustahil

"Kondisi ini jelas mempengaruhi daya saing produk tekstil lokal. Subsidi energi atau insentif bagi produsen tekstil lokal dapat membantu menciptakan iklim usaha yang stabil dan kompetitif," ujar Achmad dalam pernyataannya, Kamis (31/10).

Adsense

Permendag 8/2024 adalah revisi dari Permendag 36/2023, yang bertujuan mengendalikan impor produk tekstil agar dapat melindungi industri lokal dari produk asing yang membanjiri pasar domestik.

Baca juga : Hilirisasi Buka Banyak Lapangan Kerja Baru

Peraturan ini baru berlaku pada Mei 2024, dan para ahli menegaskan bahwa kondisi finansial Sritex sudah mengalami berbagai tantangan serius jauh sebelum peraturan ini diterapkan.

Menurut Achmad, menyalahkan Permendag 8/2024 sebagai pemicu kebangkrutan Sritex adalah pandangan yang tidak adil. Tantangan yang dihadapi industri tekstil lebih banyak berasal dari biaya produksi yang tinggi, seperti harga listrik dan bahan baku. 

Baca juga : Selamatkan Sritex, Kemenperin Siapkan Opsi Dana Talangan

"Pemerintah dapat membantu menurunkan biaya produksi melalui subsidi atau insentif bagi produsen tekstil, agar mereka bisa lebih kompetitif," jelas Achmad.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense