BREAKING NEWS
 

Digempur Flatform Digital

2 Perusahaan TV Berkolaborasi, Tekan Biaya Produksi Dan Perkuat Konten

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : FAZRY
Minggu, 15 Desember 2019 06:32 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Dua perusahaan pemilik stasiun TV swasta nasional berinisiatif bekerja sama menghadapi gempuran platform digital.

DUA perusahaan ini adalah PT Media Nusantara Citra Tbk (MN CN) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Direktur Utama MNCN, David Fernando Audy, mengatakan kolaborasi yang dilakukan keduanya untuk memperkuat serta meningkatkan kualitas konten.

Kedua perusahaan telah melakukan tanda tangan untuk menyepakati kolabarasi tersebut. Keduanya bersama-sama berinvestasi serta memiliki konten untuk Over-TheTop (OTT) dan film teater yang akan diproduksi oleh entitas anak masing-masing perseroan.

“Kedua perusahaan akan memberikan dukungan pemasaran melalui berbagai rangkaian aset media yang dimiliki,” tutur David dalam keterangan persnya di Jakarta, kemarin.

Jika memungkinkan, keduanya bakal memprioritaskan penggunaan konten untuk OTT dan film teater yang dimiliki bersama, dalam portofolio media milik masing-masing perusahaan.

Baca juga : Perbanyak Startup Dan Perkuat Industri Manufaktur

David meyakini, dengan berkembangnya zaman serta teknologi, maka tantangan bagi industri TV juga semakin besar. Disini pihaknya dituntut untuk melahirkan inovasi sesuai minat pasar.

Perkembangan digital seperti sekarang semakin membuka kesempatan bagi banyak pihak termasuk negara asing. Semuanya berlomba untuk menarik minat masyarakat.

“Memasuki era digital, kita harus siap-siap menghadapi per saingan global, harapannya konten-konten lokal bisa bertumbuh dan meningkatkan produksi lokal,” ujarnya.

TV pun mau tidak mau harus ikut berinovasi melalui platform digital. “Menghadapi itu MNCN sudah memiliki platform streaming RCTI+ dan SCMA mempunyai Vidio,” katanya.

Adsense

Seperti diketahui, MNC merupakan perusahaan media milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo yang menaungi beberapa stasiun televisi di antaranya RCTI, MNC TV, dan Global TV.

Sementara, SCMA merupakan perusahaan milik keluarga Sariaatmadja melalui PT Elang Mah￾kota Teknologi Tbk (Emtek) yang menaungi SCTV dan Indosiar.

Baca juga : Pelindo I Kembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung

Terkait kerja sama, David menyebut kolaborasi pembuatan konten ini bisa menekan biaya produksi. Sayang, mereka belum dapat menyampaikan berapa target konten dalam kerja sama ini. Yang pasti, keduanya membuka potensi kerja sama dalam hal lainnya.

“Mengenai biayanya mungkin sama, tapi yang biasanya kami bisa membuat satu konten, dengan bujet yang sama, kita bisa membuat dua konten,” ungkapnya.

SCMA dan MCNC tidak hanya memproduksi konten, perusahaan juga berkolaborasi dalam membuat film layar lebar.

“Nanti akan ada beberapa judul film yang akan dikerjasamakan bareng, kami juga sedang melihat potensi beberapa kerja sama lainnya,” tambah David.

Kerja sama untuk membuat produksi konten bersama sebetulnya hal lazim sebagai jalan untuk mengoptimasi biaya produksi.

Menurutnya, dengan kolaborasi produksi konten tersebut, kedua belah pihak bisa berbagi biaya produksi dan berbagi saluran penayangan konten. Dengan demikian, biaya produksi bisa lebih efisien dan penayangannya bisa menjamah penonton yang lebih luas.

Baca juga : Erick Thohir Diminta Bantu Presiden di Bidang Ekonomi, Genjot Produksi Dalam Negeri 

“Tujuan kami sederhana, dengan semangat nasionalisme, kami ingin perusahaan nasional menjadi pemain utama di negara ini,” katanya.

Kolaborasi antar pelaku industri TV diyakini mampu menjadikan Indonesia tidak hanya menjadi target pasar oleh perusahaan asing.

“Tetapi juga tetap kuat sebagai negara dengan banyak perusahaan lokal, nasional, dan perusahaan Indonesia sebagai pemain yang dominan,” tegasnya. [FAZ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense