RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan harga MinyaKita dibanderol di atas Rp 17.000 per liter, atau jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter. Kemendag pun mengungkap dua modus yang sering digunakan para pelaku usaha nakal, hingga harga MinyaKita melambung.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Rusmin Amin mengatakan, saat pihaknya melakukan pengawasan di Bandung dan Jakarta, ditemukan dua modus yang membuat harga MinyaKita melampaui harga yang ditetapkan Pemerintah.
Baca juga : Gerakan Indonesia Bugar Dapat Dukungan Senayan
Pertama, harga MinyaKita jadi melambung lantaran banyaknya pedagang yang mengklaim sebagai pengecer, kemudian menjual kembali MinyaKita ke distributor. Aktivitas nakal itu membuat harga jadi mahal.
“Itu bukan pengecer yang sebenarnya. Mereka itu seperti distributor. Sebab, dia jual lagi, ada yang minta dari grosir, ada yang minta dari ritel. Nanti pihak grosir jual lagi (ke pengecer pasar). Kasihan kan para pengecer yang sebenarnya yang ada di pasar, mereka mendapat minyak itu sudah dekat dengan harga HET,” jelas Rusmin di Jakarta, Rabu (18/12/2024).
Baca juga : Ratusan Wilayah Alami Banjir Dan Pohon Tumbang
Kedua, sambung dia, modus bundling. Maksudnya, pedagang MinyaKita hanya bisa diperoleh konsumen dengan syarat membeli produk-produk lain, yang telah dipaketkan secara sepihak oleh pedagang. Padahal, produk-produk lain itu belum tentu dibutuhkan dan secara harga lebih mahal dari stardar.
“Kalau orang mau beli MinyaKita Rp 15.700, mereka harus beli komoditas lain dan bisa saja komoditas minyak goreng dengan merek yang lain. Ini kan menyulitkan konsumen,” terang Rusmin.
Baca juga : Tottenham Hotspur Vs Man. United, Aroma Balas Dendam
Namun, dia tidak mau merinci lokasi praktik curang tersebut. Rusmin hanya memastikan, pihaknya terus mendalami praktek nakal itu dan akan mengenakan sanksi administratif kepada para pelaku usaha nakal yang membuat harga MinyaKita di atas HET.
“Itu masih kami dalami. Jangan-jangan, modus bundling itu sampai ke distributor, kan itu mendistorsi harga,” imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.