BREAKING NEWS
 

Meski Harganya Fluktuatif

Pegadaian Dan Antam Pede Peminat Emas Tetap Tinggi

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 20 Januari 2025 07:05 WIB
Analis pasar sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi (IST)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pegadaian, anggota holding BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Ultra Mikro (UMi) dan PT Aneka Tambang (Antam) optimistis investasi emas tetap diminati meskipun harganya mengalami fluktuasi. Sebab, harga komoditas itu mengalami kenaikan di tengah gejolak ekonomi global.

Analis pasar sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi meng­amini, harga emas masih di­pe­ngaruhi kondisi ekonomi dan geopolitik global.

“Untuk harga emas dunia, fluktuasi masih terjadi. Bahkan dalam perdagangan minggu depan, kemungkinan besar akan terkoreksi,” ujar Ibrahim kepada Rakyat Merdeka, Minggu (19/1/2025).

Hal itu terjadi, lanjutnya, disebabkan oleh ketidak pastian suku bunga Amerika Serikat (AS) dan kebijakan yang akan dijalankan Donald Trump, yang pada Senin (20/1/2025) sudah kembali menjabat sebagai Presiden AS.

Menurut Ibrahim, pasar (ke­uangan) selalu gelisah dengan kebijakan Trump, di antaranya terkait inflasi dan ekonomi. Belum lama ini Trump mengancam akan melakukan perang dagang terhadap China, Kanada dan Meksiko.

Begitu juga terkait gencatan senjata di Timur Tengah, sesuai dengan janji Trump yang disampaikannya pada saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada November 2024. Tiga hari setelah menjabat, Trump berjanji akan menyelesaikan masalah geopo­litik, salah satunya di Eropa.

“Ini mengindikasikan geopolitik kembali goyah. Maka harga emas dunia diramal akan meng­alami penurunan,” katanya.

Ibrahim kembali mengingatkan, penguatan mata uang dolar AS yang begitu tajam juga akan membuat harga emas dunia kem­bali melemah.

Namun ada faktor lain yang mempengaruhi harga emas dunia, yakni kondisi pertumbuhan ekonomi China.

Ibrahim menyampaikan, di kuartal IV- 2024, ekonomi China mencatatkan pertumbuhan di angka 5,4 persen. Kondisi ini,  tidak menutup kemungkinan akan terus berlanjut pada 2025.

Baca juga : Bahlil Dorong Hilirisasi Didanai Investor Lokal

Sebab, imbuh Ibrahim, dengan pertumbuhan ekonomi yang positif ini, membuat Pemerintahan China semangat menggelontorkan stimulus besar-besaran untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya agar tetap di atas 5 persen. Walaupun ada ancaman perang dagang dari Negeri Paman Sam tadi.

“Kondisi ini yang mengindikasikan harusnya harga emas akan kembali naik,” kata Ibrahim.

Karenanya, Indonesia pun tak terlepas dari dampak atas kondisi ekonomi dan geopolitik global.

Ia mencontohkan, inflasi pada Oktober lalu, salah satunya di­karenakan banyaknya mas­yarakat yang membeli emas. Mengingat harga emas di pasar internasional terus naik.

Badan Pusat Statistik (BPS) pun menyebut, emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang utama inflasi Oktober 2024, sebesar 0,08 persen. Karenanya ia mengapresiasi berdirinya Bullion Bank, yang dijalankan oleh Pegadaian. 

Sebab, ekosistem kegiatan usaha Bullion Bank diharapkan dapat memperlancar pengamanan devisa negara. Serta berperan dalam menjembatani penawaran dan permintaan kebutuhan emas masyarakat.

“Apalagi kesadaran untuk berinvestasi pada komoditas emas tetap tinggi,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris Perusa­haan Pegadaian Dwi Hadi Atmaka menyatakan, emas menjadi komoditas yang paling bersinar, khususnya pada 2024, dibandingkan produk komoditas lainnya.

Adsense

Dwi membeberkan, harga emas per gram pada 18 September 2023 seharga Rp 939.919. Namun pada periode yang sama pada 2024, harga emas naik menjadi Rp 1.012.746 per gram.

“Artinya, keuntungan investasi emas dalam setahun mencapai 7,75 persen,” ujar Dwi melalui siaran pers, Senin (13/1/2025).

Baca juga : Lebih Berpihak Ke Lelaki, Tak Adil Buat Perempuan

Selain itu, bila mengingat kilas balik pergerakan harga emas 2024, banyak memproyeksi, salah satunya perusahaan jasa keuangan Amerika Serikat, J.P. Morgan, bahwa harga emas pada 2025 akan terus naik.

Hal tersebut, kata dia, didorong beberapa faktor pendukung. Di antaranya ekspektasi pemotongan suku bunga tambahan dari sejumlah bank sentral, terutama The Fed (Federal Reserve Amerika Serikat).

Tidak hanya itu, adanya kebangkitan arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa juga menjadi faktor pendukung perkiraan harga emas 2025 meng­alami kenaikan.

Di samping itu, data terkait kenaikan harga emas sebesar lebih dari 27 persen atau 570 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ons di sepanjang tahun 2024, juga turut berpengaruh pada prediksi tersebut.

Karenanya, perseroan terus mengajak masyarakat untuk memulai dan menambah portofolio aset emasnya sebagai pilihan berinvestasi.

Ditambah lagi kini Pegadaian mengantongi izin menjalankan kegiatan usaha bulion yang telah dikeluarkan Otoritas Jasa Ke­uangan (OJK). Sehingga diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk memiliki investasi emas yang aman dan mudah.

Menurut Dwi, emas kini tak hanya menjadi salah satu ins­trumen investasi pilihan bagi orang tua. Tetapi juga diminati  kalangan anak-anak muda.

Hal ini terlihat pada salah satu produk Pegadaian, yaitu Tabu­ngan Emas Pegadaian.

“Karena hanya dengan smartphone, masyarakat bisa memiliki investasi emas. Tidak perlu mahal, Tabungan Emas Pegadaian bisa dimiliki hanya dengan Rp 10 ribu saja,” jelasnya.

Sebelumnya, optimisme yang sama, juga disampaikan Direktur Operasi dan Produksi Antam Hartono. Dia yakin, tren investasi emas pada 2025 diprediksi kian meningkat.

Baca juga : Chelsea Vs Wolves, The Blues Incar Tiket Champions

Apalagi harga emas logam mulia milik Antam juga menunjukkan tren kenaikan, dilihat dari tingginya masyarakat membeli emas logam mulia.

Ya, emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. 

“Meski belum ada hasil audit resmi, kami meyakini keakuratan data penjualan 2024, tercatat menjual 43,7 ton emas,” ujar Hartono di Jakarta, Rabu (8/1/2025).

Hartono menambahkan, pen­jualan emas Antam 2024, ditopang sekitar 70 persen oleh wholesale buyer dan sekitar 30 persen dari butik logam mulia, yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Perseroan menargetkan penjualan emas pada tahun ini bisa mencapai 40 ton. Bahkan bisa lebih dari capaian penjualan pada 2024.

“Kalau berpijak dari 2024, sepertinya Antam bisa menjual jauh lebih tinggi daripada itu, semoga produk kami disambut investor,” tandasnya.

Untuk diketahui, harga Logam Mulia Antam di Jakarta, pada Minggu (19/1/2025), sebesar Rp 1.587.000 (harga dasar/belum termasuk pajak) per 1 gram. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense