Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mulai Dibongkar TNI
Ternyata, Pagar Laut Mudah Ditanam, Susah Dicabut…
Minggu, 19 Januari 2025 08:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pagar laut sepanjang 30 kilometer (km) di pesisir Tangerang, Banten, mulai dibongkar, Sabtu (18/1/2025) pagi. Pasukan TNI Angkatan Laut (AL) diterjunkan untuk membongkar pagar yang menjadi sorotan tersebut. Proses pembongkaran ternyata tidak mudah. Pagar yang terbuat dari bambu itu, mudah ditanam, tapi sulit dicabut.
Operasi pembongkaran ini dipimpin langsung Komandan Pangkalan Utama AL (Danlantamal) III Jakarta, Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto. Sebanyak tiga pasukan khusus TNI AL dikerahkan. Mereka adalah Komando Pasukan Katak (Kopaska), Marinir, dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair).
Total ada 600 personel TNI AL yang diterjunkan untuk mencabut pager bambu. Mereka juga dibantu nelayan dan masyarakat sekitar.
Baca juga : Makan Bergizi Gratis Butuh Dana 100 Triliun
Selain pasukan khusus, sejumlah kapal milik TNI AL juga diturunkan dalam operasi ini. Seperti tugboat, kapal searider, dan satuan kapal patroli (satrol). Namun, karena lokasi pagar berada di perairan dangkal, kapal tugboat tidak dapat merapat. Sebanyak 30 kapal nelayan juga ikut membantu operasi ini.
Titik awal pembongkaran berada di perairan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten. Pembongkaran dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengikat pagar bambu menggunakan tali, kemudian menariknya dengan kapal hingga roboh.
Brigjen TNI Harry Indarto mengungkapkan, pembongkaran pagar laut ini dilakukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Pesan Luhut Ke Para Pengkritik, Tak Ada Gunanya Kita Cakar-cakaran
“Kami hadir di sini atas perintah Presiden Republik Indonesia melalui Kepala Staf Angkatan Laut,” kata Harry, di sela-sela operasi pembongkaran.
Harry menjelaskan, pembongkaran dilakukan karena pagar tersebut mengganggu aktivitas nelayan dalam mencari nafkah. Selain itu, pagar laut ini dianggap ilegal karena dibangun tanpa izin yang jelas.
Harry melanjutkan, pihaknya menargetkan dapat membongkar pagar laut sejauh dua kilometer dalam satu hari. Target ini dianggap realistis mengingat banyaknya kendala yang dihadapi TNI AL selama proses pembongkaran. Beberapa kesulitan yang dihadapi, antara lain, adalah kesulitan mencabut bambu yang sudah mengeras setelah tertancap selama berbulan-bulan.
Baca juga : Teguh Setyabudi: Pergub Bukan Untuk Mudahkan Poligami
“Kesulitannya adalah mencabut tiang pagar yang menancap hingga kedalaman satu sampai dua meter. Lebih mudah menanamkan daripada mencabutnya. Jadi, kami tarik menggunakan perahu atau kapal nelayan,” jelas Harry.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya