BREAKING NEWS
 

Kurangi Ketergantungan Asing

Bahlil Dorong Hilirisasi Didanai Investor Lokal

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 20 Januari 2025 07:00 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pengembangan hilirisasi menggunakan pembiayaan dari lembaga keuangan di dalam negeri. Sehingga ketergantungan pada pendanaan asing berkurang

Langkah tersebut, ditegas­kan Bahlil, guna memperkuat sektor keuangan nasional, seka­ligus mendorong kemandirian ekonomi.

“Dengan melibatkan insti­tusi keuangan domestik, persepsi bahwa kebijakan hilirisasi hanya menguntungkan pihak asing per­lahan akan terkikis,” ujar Bahlil di Jakarta, Minggu (19/1/2025).

Kebijakan ini sejalan dengan Keputusan Presiden (PP) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.

Satgas ini memiliki mandat untuk mempercepat hilirisasi sebagai langkah meningkatkan investasi dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Baca juga : Lebih Berpihak Ke Lelaki, Tak Adil Buat Perempuan

Sebagai bagian dari tanggung jawabnya, Satgas akan secara rutin melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas kepada Presiden setiap enam bulan atau sewaktu-waktu jika diperlukan.

“Pemerintah berharap langkah ini dapat mempercepat realisasi hilirisasi. Dan mewujudkan keadilan energi di seluruh Indone­sia,” ungkap Bahlil.

Bahlil menyampaikan, salah satu fokus Pemerintah saat ini, yakni mendorong penggunaan biodiesel berbasis Crude Palm Oil (CPO). Saat ini, pencampuran biodiesel telah mencapai B40, dan ditargetkan meningkat menjadi B50 pada 2026. Dia menekankan, semua proses pen­campuran dan pengadaan bahan baku, seperti CPO, metanol, dan etanol, harus dilakukan di dalam negeri.

“Nilai tambahnya harus benar-benar dirasakan di Indonesia, baik dalam bentuk lapangan kerja maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pesan Bahlil.

Adsense

Kendala Perizinan

Baca juga : Chelsea Vs Wolves, The Blues Incar Tiket Champions

Pelaku usaha menyoroti se­jumlah tantangan yang harus diatasi oleh Satgas Hilirisasi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pe­rusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian (AP3I) Haykal Hubeis menekankan pentingnya percepa­tan perizinan dan koordinasi lintas kementerian/lembaga.

“Kendala perizinan sering menjadi penyebab berhentinya operasi smelter, termasuk smelter bijih besi. Ini karena suplai bahan baku yang tidak pasti dan lamanya proses perizinan teknis lingkungan,” kata Haykal.

Dia juga menyoroti penting­nya mendorong pengembangan investasi ke sektor hilir untuk memperkuat pasar domestik. Dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Tantangan lain diungkapkan Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bhaktiar.

Baca juga : Alcaraz Melenggang Ke Perempat Final

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi Satgas adalah koordinasi lintas sektor dan kementerian.

“Satgas harus menyelaraskan kebijakan yang sering tump­ang-tindih di lapangan. Selain itu, mereka harus fokus pada pengembangan industri turunan yang mampu menciptakan multi­plier effect bagi perekonomian,” jelas Bisman.

Ia juga menekankan penting­nya menarik investor dengan memberikan jaminan kepastian hukum dan daya tarik investasi yang solid.

Hilirisasi di sektor mineral dan energi telah memberikan dampak positif bagi perekono­mian. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus meningkat, menjadi bukti nyata pentingnya memperkuat hilirisasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelan­jutan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense