BREAKING NEWS
 

Pemerintah Mau Impor 200 Ribu Ton Gula

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 20 Februari 2025 08:30 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. (Foto: Instagram/badanpangannasional)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah berencana mengimpor 200 ribu ton gula mentah (raw sugar) sebagai cadangan pangan nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menargetkan, impor gula masuk sebelum panen raya tebu lokal yang berlangsung pada April-Mei 2025.

Arief menjelaskan, keputusan impor ini telah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) antar kementerian dan lembaga, dengan tujuan memastikan stok gula tetap tersedia tanpa mengganggu harga tebu lokal.

Baca juga : Airlangga Bilang, Ini Kabinet Fokus

“Kami ingin impor ini masuk lebih awal, sebelum panen tebu lokal dimulai. Jadi nanti saat panen, fokusnya pada gilingan tebu lokal agar harga tetap stabil,” ujar Arief saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).

Arief menegaskan, impor ini hanya untuk mengisi kembali stok yang telah dikeluarkan oleh BUMN Pangan, seperti ID Food dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Saat ini, Persetujuan Impor (PI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih dalam proses, sementara izin impor sendiri sudah mendapat persetujuan dari rakortas.

Adsense

Untuk mempercepat prosesnya, Bapanas akan mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) segera mengeluarkan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) agar PI dapat diterbitkan oleh Kemendag.

Baca juga : Hari Ini, 961 Kepala Daerah Dilantik Secara Kolosal

Terkait asal negara pemasok gula, pemerintah masih mempertimbangkan beberapa pilihan, termasuk India, Thailand, dan Brazil, dengan melihat faktor harga dan ketersediaan pasokan.

Selain impor gula, pemerintah juga mempertimbangkan impor daging kerbau dari Pakistan sebagai alternatif pasokan. Arief menyebutkan bahwa harga daging kerbau dari India, yang selama ini menjadi pemasok utama, mengalami kenaikan hingga 4,8 per dolar AS kilogram atau sekitar Rp 77.800.

“Kalau harga dari India terus naik, kita harus mencari alternatif lain, seperti dari Pakistan, agar ada persaingan harga,” jelas Arief.

Baca juga : Gerindra Kini Geser Banteng & Beringin

Menurutnya, ketergantungan pada satu negara bisa membuat harga tidak stabil, sehingga opsi impor dari beberapa negara perlu dibuka.

Saat ini, pemerintah telah mengimpor 100.000 ton daging kerbau untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran 1446 Hijriah. Dalam hal ini, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari masing-masing ditugasi mengimpor 50.000 ton daging kerbau.

Arief memastikan, impor tersebut sudah berjalan dan kini hanya menunggu kedatangan pasokan. Keputusan membuka peluang impor dari Pakistan bertujuan untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan daging kerbau di dalam negeri. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense