RM.id Rakyat Merdeka - Proses pengalihan (inbreng) saham BUMN ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berjalan lancar. Pengalihan ini diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN.
Per Rabu (26/3/2025), terdapat 14 emiten BUMN yang inbreng saham seri B maupun C ke PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Persero, yang merupakan Holding Operasional Danantara. Pertama, Garuda Indonesia Tbk. Emiten berkode GIAA ini menyetor saham seri B maupun C dengan total 59.038.124.402 lembar atau 64,536 persen.
Kedua, Adhi Karya Tbk. Emiten berkode ADHI ini menyetorkan saham seri B sebanyak 5.408.773.791 lembar atau 64,33 persen.
Ketiga, Krakatau Steel Tbk. Emiten berkode KRAS ini menyetorkan 15.477.117.519 lembar saham seri B atau sebesar 80 persen.
Keempat, PT Pembangunan Perumahan Tbk. Emiten berkode PTPP ini menyetorkan 3.161.947.835 lembar saham seri B atau 51 persen.
Kelima, PT Danareksa. Seluruh saham seri B milik negara dijadikan sebagai tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada BKI sebanyak 18.332.899 lembar saham dengan nilai sementara sesuai PP 15/2025 senilai Rp 18.332.899.000.000 dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp 1.000.000.
Keenam, PT BRI Tbk. Emiten berkode BBRI ini menyetorkan 80.610.976.875 lembar saham seri B atau 53,19 persen.
Baca juga : Pemudik Diprediksi Menurun, Puan Kaitkan ke Kondisi Ekonomi
Ketujuh, PT BTN Tbk. Emiten berkode BBTN ini menyerahkan 8.420.666.647 lembar saham seri B atau 60 persen.
Kedelapan, PT Jasa Marga Tbk. Emiten berkode JSMR ini menyetorkan 5.080.509.839 lembar saham seri B atau 70 persen.
Kesembilan, PT Waskita Karya Tbk. Emiten berkode WSKT ini menyetorkan 21.705.633.362 lembar saham seri B atau 75,35 persen.
Ke-10, PT Bank Mandiri Tbk. Emiten berkode BMRI ini menyetorkan 48.533.333.333 lembar saham seri B atau 52 persen.
Ke-11, PT Semen Indonesia Tbk. Emiten berkode SMGR ini menyetorkan 3.457.023.004 lembar saham seri B atau 51,20 persen.
Ke-12, PT Telkom Indonesia Tbk. Emiten berkode TLKM ini menyetorkan 51.602.353.559 lembar saham seri B atau 52,09 persen.
Ke-13, PT BNI Tbk. Emiten berkode BBNI ini menyetorkan 22.378.387.749 lembar saham seri B dan C atau setara 60 persen.
Baca juga : Waspada, Jangan Asal Berikan Data Pribadi
Ke-14, PT Wijaya Karya Tbk. Emiten berkode WIKA ini menyetorkan 36.291.702.780 lembar saham seri B atau 91,018 persen.
Untuk memperlancar proses inbreng perusahaan pelat merah yang lain, Menteri BUMN Erick Thohir berencana mengubah sejumlah aturan. Terutama terkait efisiensi perusahaan.
Erick menyebut, proses revisi aturan tersebut akan dimulai pada April 2025, usai libur Lebaran. "Insya Allah April, setelah liburan Lebaran ini, kami akan merevisi lagi beberapa peraturan yang bisa mendorong efisiensi lebih dalam lagi," ungkap Erick, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Erick memberi sinyal perubahan aturan itu untuk meningkatkan kinerja BUMN, juga menjadi bagian usai beralihnya pengelolaan BUMN ke Danantara. Dia menyampaikan, efisiensi kinerja BUMN dan investasi yang akan dikelola Danantara akan berkontribusi pada ekonomi nasional.
"Untuk kinerja BUMN sendiri, tentu bersama-sama pihak dari Danantara, yang memang hari ini berfokus pada investasi. Bagaimana peningkatan yang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini," tambah Erick.
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin melihat, proses pengelolaan Danantara berjalan on the track. Namun, dia mengingatkan, tantangan Danantara justru baru muncul. Yakni membuat BUMN tersebut efisien, kompetitif, dan profitable.
"Langkah terpenting pertama adalah dengan menempatkan orang-orang profesional terbaik di dalamnya, dan memastikan tidak ada KKN dan politisasi," pesan Wijayanto.
Baca juga : Kampanye Pilgub Papua Andalkan Media Sosial
Anggota Komisi VI DPR Mulyadi mengusulkan agar Danantara bisa melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Tujuannya, untuk menstabilkan pasar modal, layaknya Bank Indonesia yang menjaga nilai tukar rupiah.
"Harus ada payung hukum. Ke depan Danantara bisa juga investasi di sektor portfolio. Di pasar modal itu, jangankan informasi valid, rumor saja bisa memengaruhi indeks pasar," urainya, di Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Mulyadi melanjutkan, dengan adanya payung hukum, Danantara diharapkan bisa menjaga pasar menjadi lebih stabil. "Mungkin dengan komunikasi publik yang baik, menyampaikan akan intervensi atau buyback saham BUMN yang sehat, pasar kemungkinan besar akan bereaksi," katanya.
Ia optimistis, dengan kekuatan modal besar yang dimiliki Danantara, keseimbangan pasar saham bisa terjaga dengan baik. Menurutnya, dengan intervensi buyback yang dilakukan Danantara, kejadian trading halt yang terjadi pekan lalu, bisa ditanggulangi dengan baik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.