Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Transaksi Digital Meningkat Saat Libur Lebaran
Waspada, Jangan Asal Berikan Data Pribadi
Jumat, 28 Maret 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kejahatan siber untuk mendapatkan data pribadi alias phishing diperkirakan mengalami peningkatan jelang Lebaran. Sebab itu, para pelaku usaha hingga masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan tersebut.
National Technology Officer Microsoft Indonesia Panji Wasmana mengatakan, kegiatan transaksi digital masyarakat dan pelaku usaha mengalami peningkatan jelang hari raya Idul Fitri. Sayangnya, peningkatan itu tak diikuti dengan naiknya kewaspadaan digital masyarakat.
Menurut Panji, kurangnya kewaspadaan membuka peluang bagi para pelaku kejahatan siber menyerang masyarakat, melakukan phising untuk mencari keuntungan. Karenanya, dia mengingatkan, masyarakat tak asal mengklik tautan yang dikirimkan oleh nomor atau email yang tidak dikenal, ataupun tautan janggal lainnya, yang ditersukan dari orang terdekat.
Baca juga : Kampanye Pilgub Papua Andalkan Media Sosial
“Bila tautan itu meminta data diri atau info keuangan lain, seperti user name dan password, jangan diberikan. Dengan mengenali pola serangan dan mengambil langkah-langkah pelindungan, kita bisa mengurangi tingkat keberhasilan serangan, menjaga data, serta melindungi dunia digital kita. Tetap waspada selama musim mudik,” kata Panji di Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Selain masyarakat, dia juga mengingatkan para pelaku usaha, seperti perhotelan, restoran, dan semacamnya agar waspada terhadap phising. Sebab, pada Desember 2024 alias di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, para pelaku usaha mendapat serangan phising cukup besar.
Contoh serangan yang menargetkan organisasi sektor perhotelan, hotel dan mitra bisnis menerima email palsu yang berpura-pura berasal dari platform pemesanan. Email palsu itu meminta karyawan yang bertugas memperbarui akun, memverifikasi transaksi, mengkonfirmasi reservasi, atau segera menanggapi keluhan dan ulasan tamu, guna menjaga reputasi perusahaan, di tautan link palsu.
Baca juga : Adik Mantan Jubir KPK Ikut Diperiksa
Sebab itu, Panji meminta masyarakat dan pelaku usaha diminta Panji waspada, tidak meng-klik tautan yang berasal dari sumber tidak jelas. Selain itu, dia juga mengajak semua pihak berpikir logis, atas segala tawaran menjanjikan keuntungan cepat tanpa risiko.
“Masyarakat dan pelaku usaha jangan sembarangan memberi informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal. Pastikan legalitas dari pihak-pihak yang menawarkan produk keuangan,” cetusnya.
Terpisah, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Wayan Toni Supriyanto menegaskan, pihaknya bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Bareskrim Polri dan operator seluler, akan meningkatkan keamanan untuk mencegah aksi phising, yang salah satu modusnya memanfaatkan Fake BTS.
Baca juga : Airlangga: Perputaran Uang Lebaran Diperkirakan Stabil
“Kami sudah koordinasi dengan BSSN, bagaimana menjalankan solusi dari sisi solusi teknologinya. Harus ada skema atau mekanisme enkripsi atau apa,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya