Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Petenis peringkat dua dunia Iga Swiatek tumbang di tangan Alexandra Eala di ajang Miami Open 2025. Swiatek kalah dua set langsung 6-2, 7-5 dari petenis muda Filipina itu.
Alexandra Eala merupakan petenias yang mendapat jatah wild card untuk tampil di Miami Open 2025. Tapi, jatah itu dimanfaatkan dengan baik.
Eala lolos ke semifinal usai mengalahkan unggulan ke-2 Iga Swiatek di babak perempat final.
Itu bukan kejutan pertama yang dibuat remaja Filipina berusia 19 tahun itu. Di babak kedua, dia mengalahkan unggulan ke-25 asal Latvia, Jelena Ostapenko.
Di babak ketiga, dia menyingkirkan unggulan 5 asal Amerika Serikat (AS) Madison Keys.
Baca juga : Digoda Justin Hubner
Berikutnya, di babak keempat, dia menang Walkover (WO) atas unggulan ke-10 asal Spanyol Paula Badosa. Terbaru, Eala berhasil mengalahkan Swiatek dua set langsung, 6-2, 7-5, dalam laga berdurasi 1 jam 37 menit, di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, AS, kemarin Waktu Indonesia Barat (WIB).
“Saya tidak bisa mempercayainya. Saya seperti sedang berada di atas awan,” ujar Eala usai kemenangannya.
Sebelum tampil di Miami, Eala belum sekali pun mengalahkan pemain yang berada di peringkat 40 besar dunia. Tapi seiring berjalannya turnamen, Eala justru berhasil lolos dari hadangan para petenis yang di atas kertas bisa mengalahkannya. Kemenangan atas Swiatek bahkan membuat matanya berkaca-kaca.
“Saya benar-benar mencoba meresapi semuanya. Ini belum pernah terjadi pada saya sebelumnya,” ucapnya.
Ditambahkan, tampil di Miami tidak hanya membawa nama pribadi. Dia ingin berkontribusi pada negara, dan jadi inspirasi. Eala ingin membuat perbedaan, dan perubahan. Serta menginsipirasi masyarakat Filipina untuk terjun ke dunia tenis sepertinya.
Baca juga : Rupiah Masih Loyo, Airlangga: Biasa Saja
“Itulah satu-satunya yang bisa saya lakukan untuk negara,” jelasnya.
Eala mengakui, tidak memiliki banyak pengalaman di Asosiasi Tenis Putri atau Women's Tennis Association (WTA). Namun, dia berusaha mengeluarkan sisi profesionalnya. Serta memberika semua kemampuan yang dimilikinya di lapangan.
“Saya tidak ragu mengeluarkan sisi lain dalam diri saat berada di lapangan,” tegasnya.
Para pecinta tenis, terutama yang berasal dari Filipina menantikan kejutan selanjutnya. Eala akan berhadapan dengan andalan tuan rumah Jessica Pegula di babak empat besar. Sebelumnya, Pegula menghentikan kebangkitan Emma Raducanu di babak delapan besar. Pegula menang 6-4, 6-7 (3), 6-2.
“Laga yang sulit. Saya memulai dengan baik, jatuh, dan bangkit lagi,” kata Pegula usai pertandingan.
Baca juga : Digitalisasi Pertanahan Cegah Sengketa Agraria
Kata Pegula, Raducanu memainkan pertandingan yang sangat baik. Dengan menggerakkan variasi bola, dan servis yang sangat baik. Tapi, dia berusaha merespons situasi tersebut. Serta memulai set ketiga dengan cepat untuk menang.
“Saya hanya ingin mengejarnya dan tidak membiarkan set ketiga terlalu dekat,” tandasnya. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya