BREAKING NEWS
 

Buruh Transportasi Pelabuhan Suarakan Aspirasi Terkait Macet Horor di Priok

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 21 April 2025 14:40 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tiga elemen buruh transportasi pelabuhan, yaitu Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), dan Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia (SBTPI), menyuarakan aspirasi terkait sejumlah persoalan, terutama macet honor, di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pekan lalu. Mereka meminta Direktur Utama (Dirut) Pelindo dan para pihak lain yang terkait bertanggung jawab.

"Merespons berbagai macam persoalan, kami dari KPBI, FBTPI, dan SBTPI, akan melanjutkan perjuangan mendesak Pelindo agar segera melakukan pembenahan secara serius dan berikan keadilan kepada para buruh sopir dan warga Jakarta Utara," ujar Ketua Umum KPBI Ilhamsyah, dalam keterangannya, Senin (21/4/2025).

Di antara tuntutan mereka adalah membongkar Common Gate Multi Terminal Indonesia (MTI), serta hapus kebijakan gate pass berbayar.

Baca juga : 24 April 2025, Transportasi Umum Di Jakarta Gratis Sepanjang Hari

Ilhamsyah mengatakan, Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pelabuhan di Indonesia yang menjadi gerbang ekonomi nasional. Tanjung Priok menjadi pelabuhan tersibuk di Indonesia dengan bentang sejarah yang panjang.

Pelabuhan Tanjung Priok kian berkembang seiring kemajuan zaman dan Pelindo II dipercaya sebagai salah satu perusahaan BUMN untuk mengelolanya. Namun demikian, kata Ilhamsyah, berbagai persoalan juga muncul. Yang terbaru adalah macet horor yang terjadi pekan lalu.

Adsense

"Masih terang dalam ingatan kita, begitu ramai menjadi perbincangan publik soal kemacetan horor Tanjung Priok. Kejadian ini sebenarnya menjadi permasalahan tradisional yang tidak pernah selesai," ucapnya.

Baca juga : Di Manasik Nasional, Dahnil Sampaikan Harapan Prabowo Terkait Sukses Haji 2025

Dia melanjutkan, berdasarka keterangan anggota SBTPI yang bekerja sebagai sopir trailer keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok, kemacetan disebabkan beberapa faktor. Di antaranya jumlah alat yang masih sangat terbatas, sistem sering error, dan common Gate MTI tidak efektif penggunaannya.

"Gate MTI yang merupakan common gate, rencananya akan mengatur mobil yang akan menuju ke NPCT1, NPCT2, dan NPCT3. Sekarang NPCT2 dan NPCT3 belum beroperasi. Di sisi lain, common gate MTPI keberadaannya di dekat jalan raya, sehingga menyebabkan kemacetan sampai ke jalan raya," ucap Ilhamsyah.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelindo, Arif Suhartono, menjelaskan bahwa macet horor tersebut ini bukan dikarenakan persoalan teknis. "Kami sampaikan tidak ada permasalahan dengan sistem yang ada pada terminal," ujar Arif, Jumat (18/4/2025).

Baca juga : DKI-Banten Matangkan Kolaborasi Atasi Macet

Kata Arif, penyebab utama kemacetan adalah meningkatnya jumlah kendaraan yang akan mengambil dan mengirim peti kemas, khususnya ke terminal NPCT1. Pada situasi normal, jumlah kendaraan yang beroperasi biasanya 2.500. Namun, kemarin tembus 4.000.

Dalam mengatasi kemacetan itu, Pelindo menghentikan sementara operasi kapal, sehingga terminal fokus melayani operasional lapangan. Langkah ini mempercepat proses bongkar muat kendaraan yang sudah mengantre menuju pelabuhan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense