BREAKING NEWS
 

Konflik Global Belum Reda, Ekonomi Dunia Masih Gonjang Ganjing…

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 25 Mei 2025 08:10 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Dok. Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonomi dunia masih penuh ketidakpastian. Hal ini seiring belum meredanya perang dagang AS vs China dan makin memanasnya perang militer.

Ketidakpastian ekonomi dunia muncul sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan tarif resiprokal terhadap sejumlah negara. Banyak negara yang melakukan negosiasi, tapi ada juga yang memilih melawan.

Salah satunya dilancarkan oleh China. Presiden China Xi Jinping merasa ekonomi negaranya lebih besar ketimbang AS, sehingga berani membalas kenaikan tarif impor yang diterbitkan Trump. Aksi saling balas tarif impor pun terjadi antara AS dengan China.

Belakangan, kedua negara sepakat gencatan senjata selama 90 hari sejak April. Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Indonesia masih ketar-ketir jika kedua negara tidak memenuhi kata sepakat menghentikan perang dagang. 

Baca juga : Ujang Bey: Ini Bertujuan Demi Kemandirian Parpol

Ketidakpastian ini diperparah dengan perang rudal di sejumlah negara. Misalnya makin memanasnya perang Israel-Hamas yang semula sepakat melakukan gencatan senjata, kini kembali memanas. Militer Israel atau yang disebut Israel Defence Forces (IDF) kembali membombardir Gaza.

Hal serupa juga terjadi antara Rusia dengan Ukraina. Alih-alih ingin melakukan perundingan dengan Presiden Ukraina Zelensky di Turki, Presiden Rusia Vladimir Putin justru absen, dan hanya mengirim pejabat yang dianggap tak memiliki power. Hasilnya, kedua negara masih bersitegang.

Adsense

Selain pertarungan di Eropa dan Timur Tengah, kini muncul peperangan di Asia Selatan, tepatnya antara India dengan Pakistan. Negara yang notabene bertetangga ini mulai kirim-kiriman rudal. Meskipun belakangan kedua negara memilih gencatan senjata.

Melihat hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani ketar-ketir. Menurut dia, gencatan perang dagang AS-China belum akan membuat ekonomi global normal dalam waktu dekat.

Baca juga : Badiul Hadi: Sekarang Ini, Belum Layak Direalisasikan

“Meskipun ini tanda membaik dibanding kondisi pengumuman tarif awal, ini belum selesai. Jadi, dunia masih akan melihat dampaknya,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Ini bukan pertama kali Sri Mulyani menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi ekonomi global. Saat mengikuti Rapat Paripurna ke-18 DPR, Selasa (20/5/2025), dia juga memprediksi ekonomi dunia akan terus dibayang-bayangi ketidakpastian.

“Akibat persaingan dan perang ekonomi, perang dagang, perang keuangan, dan bahkan perang militer antar negara,” tuturnya.

Menurutnya, sejak awal tahun, ekonomi dunia sudah rapuh. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya perang dagang dan militer. Dampaknya nyata, ekonomi sejumlah negara pun mengalami kontraksi.

Baca juga : Gibran Turun Ke Sawah, Tanam Padi Bareng Petani

Sri Mulyani merasa, kerja sama antar negara, seketika berubah menjadi persaingan. Hampir semua negara menerapkan kebijakan proteksionis. Imbasnya, kerja sama bilateral dan multilateral yang telah dibangun runtuh seketika. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense