RM.id Rakyat Merdeka - Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Grha BPJamsostek terus menggencarkan upaya percepatan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) 2025 dengan mensosialisasikan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 15 Tahun 2023. Salah satu kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Kantor Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Acara dihadiri oleh para pimpinan pemerintahan tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Grha BPJamsostek, Andry Rubiantara, mengungkapkan bahwa saat ini cakupan kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Jakarta Barat baru mencapai 45,71 persen dari total pekerja. Angka tersebut masih jauh dari target Kementerian Dalam Negeri yang mematok cakupan sebesar 66 persen untuk seluruh wilayah DKI Jakarta pada 2025.
“Melalui sinergi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan, kami ingin mendorong peningkatan cakupan perlindungan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi para pekerja informal,” ujar Andry.
Di Kecamatan Palmerah terdapat banyak pekerja bukan penerima upah (BPU), yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM, terutama di sektor kuliner. Andry menyebut, potensi untuk menjaring peserta baru di wilayah ini sangat besar. Bahkan, menurutnya, sejumlah relawan pengatur lalu lintas atau yang biasa disebut “Pak Ogah” di wilayah Palmerah telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Baca juga : Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan Dan Bank BJB Gencar Sosialisasi MLT Rumah
“Yang sudah menjadi peserta memang cukup banyak. Tapi pekerja informal yang belum terlindungi program Jamsostek jauh lebih banyak lagi,” kata Andry.
Untuk memperluas jangkauan perlindungan, pihaknya menilai perlu adanya kolaborasi dengan pemerintah setempat. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah mendaftarkan para tokoh dan lembaga kemasyarakatan yang menjadi mitra pemerintah, seperti pengurus RT/RW, kader PKK, kader jumantik, dasawisma, dan posyandu.
“Para pengurus RT/RW ini tokoh masyarakat yang punya pengaruh di lingkungan masing-masing. Mereka harus menjadi peserta terlebih dahulu agar bisa mengajak yang lain ikut serta,” jelas Andry.
BPJS Ketenagakerjaan saat ini memprioritaskan akuisisi dari kelompok pekerja BPU dengan iuran yang sangat terjangkau, yakni Rp 16.800 per bulan. Dengan jumlah tersebut, peserta sudah memperoleh dua manfaat utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Klaim JHT Lewat Aplikasi JMO
Meski iurannya kecil, manfaatnya sangat besar. JKK menanggung seluruh biaya pengobatan tanpa batas hingga sembuh, termasuk penggantian penghasilan selama pemulihan. "Sedangkan JKM memberikan santunan kematian dan biaya pemakaman hingga Rp 42 juta bagi peserta yang telah terdaftar lebih dari tiga bulan,” terang Andry.
Tak hanya itu, anak dari peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan kerja juga berhak atas beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi, dengan total manfaat mencapai Rp 174 juta untuk dua anak.
Peserta juga bisa mengikuti program Jaminan Hari Tua (JHT) dengan tambahan iuran Rp 20.000 per bulan, sehingga total iuran untuk ketiga program hanya Rp 36.800 per bulan. Iuran ini bahkan dapat dibayar sekaligus untuk satu tahun ke depan.
Baca juga : Peringati May Day, BPJS Ketenagakerjaan Bagi-Bagi Paket Sembako
”Jika dihitung, manfaat santunan Rp42 juta setara dengan menabung Rp 16.800 per bulan selama 208 tahun. Sementara beasiswa hingga perguruan tinggi setara dengan menabung selama 863 tahun. Ini bukti bahwa negara benar-benar hadir untuk melindungi warganya,” ujar Andry.
Dia menegaskan, sosialisasi program Jamsostek akan terus dilakukan hingga ke tingkat kelurahan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan sosial bagi para pekerja sektor informal. Manfaat program BPJS Ketenagakerjaan bisa mencegah potensi penambahan angka kemiskinan ekstrem yang menjadi beban pemerintah.
"Kami berharap dengan kolaborasi yang erat bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan, target 66 persen UCJ di Jakarta Barat dapat tercapai,” pungkas Andry.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.