BREAKING NEWS
 

Sri Mulyani Ditantang DPR 

2026, Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Bisa?

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Rabu, 2 Juli 2025 07:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani, berpidato pada Rapat Paripurna, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7/2025). (Foto: Tedy Octariwan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026 di kisaran 5,2 sampai 5,8 persen. Namun, sejumlah fraksi di DPR menginginkan lebih. DPR menantang Sri Mulyani patok pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen. Apa bisa?

Tantangan itu datang dari Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat menyampaikan sikap resmi fraksi di Rapat Paripurna DPR, Selasa (1/7/2025). Kedua partai ini menilai, angka 5,2 sampai 5,8 persen terlalu konservatif dan tidak sejalan dengan ambisi Presiden Prabowo Subianto yang ingin pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada akhir masa jabatannya di 2029.

“Fraksi PKB berpendapat bahwa rentang target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 cukup konservatif dan terbilang underestimate,” kata Rifqy Abdul Halim, Anggota DPR dari Fraksi PKB.

Rifqy menyebutkan, PKB memproyeksikan pertumbuhan yang lebih optimis antara 5,6 persen sampai 6 persen. “Lebih tinggi dari proyeksi pemerintah,” ucapnya.

Baca juga : Putusan MK, Totally Wrong...

Nada serupa datang dari Fraksi Gerindra yang mendorong batas atas pertumbuhan ekonomi ditingkatkan hingga 6,3 persen. Sementara itu, Fraksi Golkar memberi catatan agar ekonomi tetap digenjot maksimal hingga menyentuh angka 5,8 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani langsung menanggapi pandangan fraksi-fraksi tersebut. Dia tidak menampik bahwa permintaan DPR merupakan aspirasi yang realistis. Namun, dia menegaskan bahwa capaian itu tidak akan mudah.

“Target tersebut memungkinkan, namun memerlukan strategi menyeluruh dan kesiapan menghadapi tantangan yang tidak ringan,” ujar Sri Mulyani di hadapan anggota dewan.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, memiliki semangat yang sama. Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas hanya bisa dicapai jika seluruh komponen pendukung digerakkan serempak. “Pemerintah memiliki semangat yang sama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkualitas,” katanya.

Baca juga : NasDem Nilai Putusan MK Tabrak Konstitusi

Menurutnya, konsumsi rumah tangga harus dijaga stabil di angka 5,5 persen, sebab sektor ini menyumbang sekitar 55 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Salah satu langkah yang diambil, ujar Sri, adalah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menyerap 1,7 juta tenaga kerja.

“Daya beli masyarakat harus dijaga. Inflasi lebih rendah, kesempatan kerja tinggi, dan ada berbagai intervensi pemerintah di bidang pangan dan energi,” bebernya.

Selain konsumsi, Pemerintah juga akan mendorong investasi agar tumbuh sebesar 5,9 persen secara tahunan (year-on-year) pada 2026. Nilai kebutuhan investasi baru pun ditaksir mencapai minimal Rp 7.500 triliun.

“Indonesia membutuhkan investasi baru pada 2026 untuk mencapai target pertumbuhan yang tinggi,” tegas Menteri yang karib disapa Ani itu.

Baca juga : Satgas Siber, Senjata Lawan Kejahatan Digital

Di sektor lain, Ani menekankan bahwa Pemerintah juga menggencarkan program pembangunan koperasi “Desa Merah Putih” di 80 ribu desa, menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 2,3 juta debitur, dan memperkuat program perlindungan sosial seperti PKH, Kartu Sembako, dan subsidi upah bagi kelompok rentan.

Adsense

Sebelumnya, Sri Mulyani juga menyampaikan laporan realisasi APBN tahun anggaran 2024. Dia menyebut, ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh sebesar 5,03 persen. Angka tersebut dianggap mencerminkan daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan global.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense