Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Carlos Alcaraz dipaksa bermain lima set oleh Fabio Fognini, di Centre Court Wimbledon, Senin (30/6/2025) waktu setempat. Sang juara bertahan itu pada akhirnya menang 7-5, 6-7(5), 7-5, 2-6, dan 6-1 dalam duel panjang selama 4 jam 37 menit.
Meski telah 18 kali menang beruntun di Roma Masters, Roland Garros, dan Queen’s Club, Alcaraz mengaku gugup berada di Wimbledon Centre Court.
“Saya harus memujinya atas pertandingan yang hebat itu. Fabio adalah pemain yang hebat, dia telah menunjukkan level yang dimilikinya sepanjang karirnya,” ujar Alcaraz, seperti dilansir ATP.
Baca juga : Syifa Hadju, Tolak Akting Bermesraan
“Saya sedikit sedih karena ini Wimbledon terakhirnya, tetapi senang bisa bermain bersamanya,” lanjutnya.
Menurutnya, bermain di Wimbledon selalu berbeda dari tempat lainnya. Apalagi harus menjadi pemain pembuka turnamen di lapangan utama.
“Saya berusaha mengatasi rasa gugup sebaik mungkin,” ujar petenis 22 tahun itu.
Baca juga : Undang 3 Menteri Dan KPU, Dasco Pimpin Rapat Pemisahan Pemilu
Fognini yang sudah berusia 38 tahun dan belum menang dalam 10 pertandingan terakhir di level tur, tampil penuh percaya diri. Dia mencuri satu set tiebreak dan membuat Alcaraz limbung di set keempat. Tapi Alcaraz membalas di set penutup dengan permainan dominan.
Dengan kemenangan ini, Alcaraz memperpanjang rekornya di partai lima set menjadi 14 menang dan satu kalah. Dia juga mempertahankan catatan sempurna di babak pertama turnamen Grand Slam dengan torehan 18-0, serta menambah rangkaian kemenangannya di Wimbledon menjadi 15 pertandingan.
Di babak kedua, Alcaraz akan menghadapi petenis kualifikasi asal Inggris, Oliver Tarvet. Meski lawannya masih berada di peringkat 700 dunia, Alcaraz ogah menganggap remeh.
Baca juga : Kapolri: Kami Terus Bebenah, Siap Terima Masukan Dan Kritik
Alcaraz bahkan sudah menyaksikan permainan Tarvet sebelumnya. Dia menilai lawannya punya kualitas, walau belum berpengalaman di level utama.
Kini, Alcaraz tinggal tiga langkah lagi untuk menyamai pencapaian Bjorn Borg, sebagai satu dari dua petenis yang pernah menyapu gelar Roland Garros dan Wimbledon secara beruntun dalam dua musim. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya