RM.id Rakyat Merdeka - PT Elnusa Tbk (Elnusa) mengalami perjalanan tidak mudah, dalam beberapa tahun terakhir ini. Sengketa panjang dengan Bank Mega sempat menahan langkah bisnis perusahaan. Setelah melewati tantangan itu, bisnis Elnusa kini berkembang pesat.
Dalam sambutan pembukaan Journalistic Award 2025 di Jakarta, Jumat (1/8/2025), Direktur Utama Elnusa Bachtiar Soeria Atmadja berbicara penuh keyakinan.
“Kami sedang memasuki fase baru. Kesuksesan di tahun-tahun sebelumnya adalah batu loncatan untuk menjadikan Elnusa sebagai perusahaan jasa energi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global,” ujar Bachtiar.
Baca juga : Warga Padat Penduduk Curhat Butuh Taman
Optimisme itu berakar pada fakta. Tahun 2023 Elnusa mencatat sejarah, pendapatan dan laba bersih tertinggi sejak berdiri.
Pada awal 2025, Pefindo menaikkan peringkat kredit Elnusa menjadi idAA+. Pasar merespons dengan harga saham menembus Rp 550 per lembar, tertinggi dalam delapan tahun.
“Kami bertekad untuk terus menciptakan sejarah di masa depan. Kami percaya, melalui kerja cerdas, tulus, dan teliti, setiap tantangan bisnis dapat diatasi,” yakin Bachtiar.
Baca juga : Diulas Media AS, Kesuksesan Nego Tarif Trump Dorong Konsumsi dan Ekspor RI
Namun bagi Bachtiar, sukses bisnis saja belum cukup. Ia menekankan keberlanjutan sebagai strategi inti. Program tanggung jawab sosial dan lingkungan terus dijalankan demi memastikan keberlangsungan jangka panjang.
Pihaknya pun yakin, lewat kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, Elnusa bisa terus hadir sebagai penyedia solusi layanan energi yang relevan dan andal untuk masa depan bangsa.
Ucapan itu mengingatkan kembali jejak panjang Elnusa. Dari bengkel elektronik sederhana di Jakarta pada 1969 bernama PT Elektronika Nusantara-hingga menjelma pionir jasa energi terintegrasi.
Baca juga : Kali Ini Bereskan Polemik Royalti Musik, Dasco Problem Solver
Tiga tahun kemudian, namanya berubah menjadi PT Elnusa. Layanannya meluas ke seismik, pengolahan data geosains, hingga pengeboran migas. Tahun 2008, Elnusa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), demi memperkuat permodalan dan budaya kerja.
Tahun 2011, Pertamina Hulu Energi (PHE) mengambil alih kepemilikan mayoritas, meneguhkan posisinya dalam keluarga besar Pertamina Group.
Kini, lebih dari setengah abad berjalan, Elnusa mengusung semangat Leading Forward, Energizing Impact. Bukan sekadar migas, tetapi juga menjaga bumi tetap lestari.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.