Sebelumnya
TBP akan menjadi patokan bank untuk mematok besaran bunga deposito. Pasalnya, imbuh Purbaya, simpanan dengan bunga lebih tinggi dari TBP tidak akan dijamin oleh LPS.
Dengan penurunan bunga deposito, biaya dana perbankan dapat ditekan. Selanjutnya, bank bisa menyalurkan kredit dengan bunga yang lebih kompetitif.
“Ruang penurunan lanjutan SBP cukup terbuka pasca pemangkasan BI rate terkini (Agustus 2025) sebesar 25 bps,” tuturnya.
Baca juga : Penerapan Ganjil Genap Bukan Solusi Yang Tepat
Dia menjelaskan, faktor likuiditas perbankan yang memadai, tingkat kompetisi antar bank, serta target penyaluran kredit potensial mempengaruhi laju dan respons penurunan suku bunga simpanan lintas kelompok bank.
Pada periode observasi yang sama, pergerakan SBP simpanan valas cenderung lebih mixed. SBP valas pada Agustus terpantau turun 5 bps ke level 2,12 persen, dibandingkan periode observasi penetapan TBP reguler pada Mei 2025.
Menurut Purbaya, perbankan masih cenderung menunggu langkah lanjutan The Fed dalam memutuskan timing dan besaran penurunan Fed Funds Rate (FFR).
Baca juga : Soal Aliran Uang Suap Proyek Jalur KA, Bupati Pati Digarap KPK 7 Jam
Kondisi likuiditas valas domestik termasuk nilai tukar, dan kebutuhan transaksi deposan akan memengaruhi besaran dan pergerakan suku bunga simpanan valas.
“Kami mengimbau, agar bank transparan dan terbuka menyampaikan kepada nasabah penyimpan mengenai besaran TBP yang berlaku saat ini,” katanya.
Di antaranya, melalui penempatan informasi tersebut di tempat yang mudah diketahui nasabah atau melalui media informasi, serta channel komunikasi bank kepada nasabah.
Baca juga : Alex Isak, Pemain Termahal Liga Inggris
Purbaya menekankan, hal tersebut dalam rangka memperkuat perlindungan dana nasabah, serta upaya menjaga kepercayaan nasabah deposan.
Minat Deposito Rawan Turun
Pengamat perbankan Paul Sutaryono mengatakan, penurunan TBP akan menjadi salah satu pertimbangan bank menurunkan suku bunga simpanan, mengingat bunga yang dijamin LPS menurun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.