RM.id Rakyat Merdeka - Upaya Pemerintah menjaga stabilitas pangan menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per pertengahan September 2025, jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan harga beras bertambah dari 132 daerah menjadi 148 daerah.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari masifnya intervensi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di berbagai wilayah.
“Capaian tersebut juga sebagai indikator nyata efektivitas penyaluran beras SPHP yang telah dilakukan melalui berbagai kanal distribusi,” kata Arief dalam keterangan resmi Bapanas, Rabu (24/9/2025).
Baca juga : Uji Coba RDF Plant Di Rorotan Ditunda Lagi
Meski demikian, Arief mengatakan, Pemerintah tetap memberi perhatian khusus terhadap 55 kabupaten/kota yang masih mencatat kenaikan harga beras di atas satu persen.
Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas Indra Wijayanto mengatakan, realisasi distribusi beras Bulog saat ini rata-rata sudah di atas 5.000 ton per hari. Namun, percepatan tetap diperlukan agar sisa target sekitar 1,1 juta ton dapat terserap sepenuhnya hingga akhir tahun.
“Dengan sisa waktu sekitar 107 hari, distribusi harian perlu ditingkatkan mendekati 10 ribu ton per hari agar harga beras lebih stabil di hampir semua daerah,” tutur Indra.
Baca juga : Crazy Rich Brebes Windu Aji Tak Dihukum Di Kasus TPPU
Dia juga mengapresiasi instansi dan lembaga terkait yang memperkuat penyaluran beras, khususnya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Menurut dia, peran Pemerintah Daerah (Pemda) sangat krusial dalam memperluas jangkauan intervensi.
“Jika setiap kelurahan menyelenggarakan GPM minimal seminggu sekali sesuai kebutuhan warganya, realisasi target distribusi akan lebih mudah dicapai,” ujar Indra.
Baca juga : Real Madrid Belum Terkalahkan, Alonso 007
Selain intervensi beras, Pemerintah juga menyalurkan stimulus ekonomi triwulan II-2025 berupa bantuan pangan 10 kilogram beras per bulan selama dua bulan. Ditambah 2 liter minyak goreng MinyaKita per bulan.
Program itu ditujukan untuk 18,277 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada periode Oktober-November.
“Penambahan minyak goreng dalam paket bantuan pangan diharapkan menjadi pemicu stabilisasi harga di pasar,” jelas Indra.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.