RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2025 berada di kisaran 5,4 persen hingga 5,6 persen. Keyakinan ini dipertahankan, meski banjir dan longsor di sejumlah provinsi menekan aktivitas ekonomi.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui adanya tekanan ekonomi akibat bencana yang terkonsentrasi pada Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Namun, upaya pemulihan daerah dan dorongan aktivitas konsumsi masyarakat pada akhir tahun diyakini tetap menjaga laju pertumbuhan nasional tetap solid.
Baca juga : Tarif Disubsidi, KA Petani Dan Pedagang Terjangkau
Apalagi Pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah tanggap darurat dan percepatan perbaikan infrastruktur yang dilanjutkan dengan program rehabilitasi pascabencana.
“Berbagai upaya tersebut bakal menjaga laju pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2025,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (4/11/2025).
Airlangga mengatakan, gangguan ekonomi di tiga wilayah terdampak sudah diperhitungkan Pemerintah. Dia memastikan penanganan pascabencana, seperti perbaikan infrastruktur dan rehabilitasi wilayah terdampak menjadi prioritas.
Baca juga : Selatan Jakarta Terancam Longsor, Utara Dilanda Rob
“Untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025, kami akan dorong dari wilayah lain. Kami optimistis bisa bergerak di kisaran 5,4 persen sampai 5,6 persen,” ucapnya.
Dia menilai, sektor konsumsi masih kuat menopang perekonomian. Konsumsi tetap menjadi pengungkit karena Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di atas 100 poin, tepatnya 121 poin.
Mantan anggota DPR ini juga menegaskan optimisme Pemerintah terhadap dorongan daya beli masyarakat di akhir tahun. Belanja Pemerintah, program bantuan sosial (bansos) dan mobilitas masyarakat pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, akan memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : KPK Periksa 80 Saksi, Penyidikan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo Dikebut
Untuk meminimalisasi dampak bencana di Pulau Sumatera bagi perekonomian nasional, Pemerintah juga menyiapkan perlindungan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah bencana.
“Nanti akan ada restrukturisasi dan penghapusan kredit macet bagi UMKM. Aturan pendukungnya sudah disiapkan. Regulasinya sudah ada, sehingga relaksasi dapat otomatis diberikan,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.