Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Titik Keberangkatan Kereta Diusulkan Ditambah
Tarif Disubsidi, KA Petani Dan Pedagang Terjangkau
Minggu, 7 Desember 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, melalui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter telah mengoperasikan KA khusus petani dan pedagang. Diharapkan, titik-titik keberangkatan kereta diperluas. Tujuannya, agar menjangkau lebih banyak lagi daerah yang menjadi sentra produksi pangan.
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, perluasan titik keberangkatan sangat penting agar makin banyak petani maupun pedagang yang bisa memanfaatkannya.
"Tarifnya juga sudah disubsidi, jadi tidak memberatkan para pedagang dan petani untuk bepergian. Tapi bagaimana rutenya? Sekarang baru di Commuter Line Merak," ujar Djoko kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (6/12/2025).
Menurut Djoko, kereta khusus tersebut harus difokuskan atau diperluas lagi ke daerah yang juga memiliki hasil produksi pertanian, perkebunan atau lainnya yang selama ini membutuhkan kemudahan akses transportasi umum untuk mengangkut hasil panen atau dagangan.
Baca juga : Selatan Jakarta Terancam Longsor, Utara Dilanda Rob
"Rangkasbitung juga oke, karena di sana ada sentra pertanian, komoditas pangannya banyak, sayur, buah, di luar itu juga ada. Jadi bisa mengakomodir masyarakat sana," sarannya.
Selanjutnya, sambung dia, KAI bisa menambah titik keberangkatan kereta dari daerah lain seperti Sukabumi-Bogor dan Karawang.
"Coba perhatikan, daerah mana lagi sekitar Jakarta yang jadi sentra produksi pertanian? Ada Sukabumi, yang bisa ke Bogor dulu, nanti turun di Pasar Minggu. Karawang juga, nanti turun di Kota (Kota Tua Jakarta)," bebernya, mencontohkan.
Dengan begitu, barang dagangan atau hasil panen kebun bisa masuk ke Jakarta dan diperjualbelikan dengan mudah, sehingga pergerakan ekonomi daerah sekitar Jakarta semakin lancar.
Baca juga : KPK Periksa 80 Saksi, Penyidikan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo Dikebut
Menurut Djoko, KAI tidak perlu melayani banyak titik pemberhentian. Karena tidak semua stasiun menjadi daerah produksi pangan.
Terpisah, Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KA penumpang khusus untuk melayani petani dan pedagang sudah beroperasi pada layanan Commuter Line Merak sejak Senin (1/12/2025).
Menurut Anne, kehadiran kereta khusus ini merefl eksikan kemampuan perkeretaapian nasional dalam menghadirkan layanan yang relevan bagi masyarakat.
"Kami meyakini, kereta petani dan pedagang berperan penting dalam memperkuat ekonomi lokal," ujar Anne dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).
Baca juga : Drawing Grup Piala Dunia 2026, Nyaris Tak Ada Neraka
Terlebih, layanan ini membantu kelancaran aktivitas perdagangan harian. Khususnya petani dan pedagang kecil yang mengandalkan transportasi berbasis rel.
Hal ini terlihat pada hari pertama operasional kereta, yaitu Senin (1/12/2025). Sebanyak 12.391 pengguna memanfaatkan Commuter Line Merak, termasuk 95 pengguna kereta petani dan pedagang.
"Barang bawaan didominasi olahan makanan, hasil pertanian, hingga kerajinan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Serang, Cilegon dan Merak," ucapnya.
Kendati begitu, Anne mengingatkan, pengguna hanya dapat membawa maksimal dua koli barang berukuran 100 centimeter (cm) x 40 cm x 30 cm ke dalam kereta.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya