RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan pagi ini sebesar 0,17 persen ke level Rp 16.805 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp 16.777 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau mayoritas melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia turun 0,26 persen, dolar Taiwan melemah 0,21 persen, won Korea Selatan terkoreksi 0,21 persen, yuan China turun 0,04 persen, baht Thailand melemah 0,02 persen, dan dolar Singapura juga turun 0,02 persen.
Baca juga : Rupiah Pagi Ini Melemah 0,05 Persen Ke Rp 16.762
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,06 persen ke level 97,59. Di sisi lain, rupiah tercatat menguat terhadap poundsterling Inggris sebesar 0,15 persen ke level Rp 22.900, serta menguat tipis 0,01 persen terhadap dolar Australia di posisi Rp 11.723.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS setelah rilis data Institute for Supply Management (ISM) sektor jasa Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut menunjukkan aktivitas sektor jasa AS masih solid.
Baca juga : Rupiah Menguat Pagi Ini, Sentuh Rp 16.764 Per Dolar AS
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat didorong data ISM jasa yang lebih kuat,” ujar Lukman, Kamis (5/2/2026).
Meski demikian, Lukman menilai pelemahan rupiah cenderung terbatas. Pelaku pasar masih bersikap wait and see sambil menantikan rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal IV-2025 yang dijadwalkan diumumkan siang ini.
Baca juga : Rupiah Dibuka Naik Ke Rp 16.776 Per Dolar AS
“Pelemahan akan terbatas karena investor menunggu data PDB kuartal IV-2025 Indonesia siang ini,” katanya.
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.