Sebelumnya
Di luar beras, kondisi komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus sehingga semakin memperkuat stabilitas pasokan pangan nasional.
Amran juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dalam kondisi aman. Bahkan, harga pupuk saat ini tercatat turun sekitar 20 persen dibandingkan sebelumnya. Penurunan harga pupuk tersebut dinilai mampu meningkatkan semangat petani untuk terus menanam sehingga produksi pangan tetap terjaga.
“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” ujarnya.
Meski dunia tengah menghadapi dinamika geopolitik serta potensi fenomena El Nino yang diperkirakan muncul sekitar April mendatang oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Amran menegaskan kondisi pangan nasional tetap stabil.
Baca juga : Kasus Dugaan Suap Di Bea Cukai, KPK Sita 5 Mobil Operasional
Ia bahkan menilai fenomena El Nino yang terjadi pada 2023 jauh lebih kuat dibandingkan prediksi kondisi tahun ini. “Jadi ini tidak perlu kita risaukan. Kita sudah siapkan semuanya,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan lahan rawa yang telah direhabilitasi untuk menjaga produksi saat musim kering. Lahan-lahan tersebut dinilai tetap produktif meskipun pasokan air di daerah lain berkurang.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. “Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkas Amran.
Senada dikatakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional sepanjang 2026 juga berada dalam kondisi aman dan surplus.
Baca juga : Hari Ini Gelar Musda, Golkar Kalbar Usung Konsep Riang Gembira
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan berdasarkan neraca pangan nasional 2026, ketersediaan sejumlah komoditas strategis hingga April diproyeksikan tetap mencukupi. Bahkan hingga akhir Desember 2026, neraca pangan nasional diperkirakan masih berada dalam kondisi surplus.
“Kondisi neraca pangan itu surplus sampai dengan akhir April. Begitu juga kalau kita hitung sampai dengan akhir Desember. Misalnya beras surplus 17,2 juta ton, gula konsumsi 595 ribu ton,” ujar Sarwo seperti dilansir situs Bapanas, Jumat (6/3/2026).
Meski stok pangan dalam negeri relatif aman, Sarwo mengakui pola kenaikan harga pada periode Ramadan dan Idulfitri merupakan fenomena tahunan yang perlu diantisipasi melalui penguatan pengawasan distribusi.
Karena itu, pemerintah tetap memperketat pengawasan distribusi guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri.
Baca juga : Situasi Keamanan Nasional Di Level Waspada Terkendali
Dalam pemantauan pada pekan kedua Ramadan, Bapanas menemukan harga daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, sempat menyentuh Rp 160.000 per kilogram (kg).
Setelah ditelusuri, harga dari rumah potong hewan berada di kisaran Rp 105.000 per kg, tapi terjadi lonjakan margin di tingkat distributor dan pengecer. “Hal-hal seperti inilah yang kita tertibkan melalui Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Pangan,” tegasnya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.