BREAKING NEWS
 

Bos Bulog Imbau Masyarakat Tak Panic Buying 

Tenang, Stok Beras & Migor Aman Hingga Akhir Tahun

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 15 Maret 2026 06:35 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. rm.id)

 Sebelumnya 
Kegiatan pelepasan kontainer ekspor itu sudah dilakukan di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (4/3/2026). 

Rizal menilai, pelepasan kontainer ekspor ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pangan nasional. 

“Untuk pertama kalinya, beras produksi petani Indonesia dikirim secara khusus untuk dikonsumsi Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci,” kata Rizal. 

Baca juga : DPRD DKI Minta Layanan Air Berpihak Rakyat Kecil

Hal ini sekaligus menandai transformasi Indonesia menjadi negara yang mampu mengekspor beras berkualitas premium. 

Ia menegaskan, ekspor ini bukan sekadar aktivitas perdagangan, melainkan representasi kemandirian bangsa. 

Adsense

“Ini adalah simbol harga diri dan kebanggaan nasional,” tegasnya. 

Baca juga : Manchester United Vs Aston Villa, Momen Krusial Di Papan Atas

Ia menuturkan, beras ini diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (7/3/2026), menggunakan tiga kapal angkut, yakni MV Hyundai Unity, MV Wan Hai 351 dan MV Kota Sejati, melalui Pelabuhan Jeddah, yang bukan zona perang di Selat Hormuz. 

Beras tersebut diimpor oleh dua perusahaan Saudi, yaitu Noha Catering Company dan Najmat Tabah Trading Company LLC. Yang mana, sebanyak 2.280 ton beras premium dikirim secara bertahap untuk jemaah haji tahun 2026. 

Ia memastikan, beras yang dikirim merupakan hasil pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi, dengan kadar air terjaga, tingkat pecahan maksimal 5 persen. 

Baca juga : BNP Paribas Open, Sinner Bertemu Musuh Bebuyutan Di Semifinal

Biasanya, sambung dia, beras premium yang diproduksi Bulog memiliki tingkat pecahan 15 persen. 

“Artinya, ini beras super premium yang pernah dibuat oleh Bulog dan ini bukan beras yang ada di gudang, benar-benar beras baru,” katanya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense