BREAKING NEWS
 

Menteri ESDM Cek Distribusi BBM Di SPBU Solo

Pasokan Energi Nasional Terjaga, Warga Diminta Bijak Pakai BBM

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 27 Maret 2026 06:35 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia didampingi Dirjen Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaiman (kanan) memberikan keterangan pers usai meninjau distribusi BBM di SPBU Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional tetap aman di tengah krisis energi akibat konflik Timur Tengah. Bahlil menyebut kondisi ini patut disyukuri, mengingat sebagian negara Asia lainnya sudah masuk ke dalam kondisi yang tak diinginkan.

“Hari ini kita lihat langsung, distribusi BBM, baik dari sisi solar maupun bensin, dalam kondisi aman dan terpenuhi,” kata Bahlil saat turun langsung mengecek distribusi BBM di SPBU Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). 

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjaga ketahanan energi di tengah situasi global yang penuh gejolak tak lepas dari strategi diversifikasi pasokan. “Sebelumnya, sekitar 20 persen pasokan kita berasal dari kawasan Selat Hormuz. Sekarang, kita sudah mulai alihkan ke sumber lain,” jelas Bahlil. 

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan produksi kilang dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor. Saat ini, sekitar 50 persen kebutuhan BBM nasional masih dipenuhi dari luar negeri. Untuk LPG, meski 70 persen kebutuhannya dipenuhi lewat impor, kondisinya terhitung baik. 

Baca juga : Perkuat Stok Pangan, Serap Produksi Lokal

Terkait cadangan energi, Bahlil menyebut stok BBM nasional berada di kisaran 20 hingga 21 hari. Namun, kondisi tersebut bersifat dinamis karena pasokan terus masuk secara berkala. 

“Setiap hari ada yang keluar dan masuk. Jadi ini sistemnya berputar dan tetap terjaga,” jelasnya. 

Ia memastikan, dalam beberapa hari ke depan kondisi energi nasional tetap aman. Pemerintah juga terus memantau distribusi di lapangan, termasuk di jalurjalur utama mudik. 

Peran Masyarakat 

Bahlil menekankan, pengamanan pasokan energi domestik tak semata menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh lapisan masyarakat juga harus bahu-membahu melakukan penghematan energi. 

Baca juga : Hindari Macet, Asyik Juga WFA Sambil Berwisata Ria

“Ini masalah kita semua. Saya memohon agar kita semua untuk memakai energi secara bijak. Misalnya, kalau kita masak pakai LPG, kalau masakannya sudah matang, segera matikan kompornya,” ujar Bahlil. 

Bahlil juga meminta masyarakat agar tidak panic buying dalam membeli BBM. Belilah secukupnya, pakailah sewajarnya. “Tolong, SPBU ini bukan untuk industri. Tolong dipakai dengan bijaksana. Untuk satu hari katakanlah cukup 30-40 liter. Nggak usah ada panic buying,” tuturnya. 

Bahlil menegaskan, tidak ada pembatasan pembelian BBM di SPBU. Tapi, jangan coba-coba menimbun atau menyalahgunakan BBM bersubsidi. “Jangan antre berkali-kali dengan kendaraan berbeda. Itu tidak benar dan merugikan masyarakat,” tegasnya. 

“Kita harus sama-sama menjaga. Kalau kita cinta negara ini, mari gunakan energi secara bijak,” tandas Bahlil. 

Baca juga : Susah Cari Pengganti Salah

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah membahas langkah-langkah strategis terkait rencana penghematan energi di berbagai sektor, sebagai antisipasi atas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dapat mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global dalam sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (19/3/2026). 

Melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah berupaya memastikan kebijakan penghematan energi dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense