BREAKING NEWS
 

Pemerintah Antisipasi El Nino Dan IOD

Perkuat Stok Pangan, Serap Produksi Lokal

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Jumat, 27 Maret 2026 06:30 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk mengantisipasi potensi anomali iklim berupa fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang diperkirakan terjadi mulai April 2026.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi, fenomena tersebut dapat menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan, penguatan stok dilakukan dengan mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri.

"Dengan begitu, saat terjadi anomali cuaca, maka program intervensi pangan dapat segera dijalankan untuk menjaga stok dan stabilitas harga," kata Gusti dalam keterangan resmi Bapanas, Kamis (26/3/2026).

Baca juga : Hindari Macet, Asyik Juga WFA Sambil Berwisata Ria

Berdasarkan laporan Bapanas per 25 Maret 2026, stok pangan pokok strategis yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, seperti Perum Bulog dan ID FOOD, masih dalam kondisi memadai, dengan beras menjadi komoditas terbesar.

Stok CPP beras di Bulog saat ini mencapai 4,08 juta ton, meningkat 77,8 persen dibandingkan akhir Maret tahun lalu yang sebesar 2,29 juta ton.

"Capaian ini meningkat pesat sebesar 77,8 persen dibandingkan kondisi stok CPP beras pada akhir Maret tahun lalu sebanyak 2,29 juta ton," ujarnya.

Adsense

Sebagian besar pasokan berasal dari produksi dalam negeri. Dengan realisasi penyerapan setara beras sejak awal 2026 mencapai 1,24 juta ton.

Baca juga : Susah Cari Pengganti Salah

Untuk komoditas lain, stok CPP jagung berada di kisaran 144 ribu ton, dengan penyerapan produksi dalam negeri mencapai 101,96 ribu ton. Indonesia juga telah menghentikan impor jagung pakan sejak 2025.

Sementara, stok minyak goreng tercatat 95 ribu kiloliter, gula konsumsi 50 ribu ton, serta daging sapi atau kerbau sekitar 11 ribu ton.

"Stok CPP daging sapi/kerbau ada 11 ribu ton yang juga sebagian besar dikelola ID FOOD. Daging ayam 39 ton pun ada di ID FOOD. Sementara CPP telur ayam 62 ton dikelola Bulog," ungkap Gusti.

Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional sejalan dengan visi swasembada pangan.

Baca juga : Duduki Papan Atas F1, Tim Mercedes Ogah Terlena

"Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Karena itu, setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain. Kita tidak boleh takut," tegas Amran.

Menurutnya, Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri sebagai indikator ketahanan pangan yang kuat.

"Itu yang menjadi indikator ketahanan pangan nasional kuat," kata Amran. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 27 Maret 2026 dengan judul "Pemerintah Antisipasi El Nino Dan IOD, Perkuat Stok Pangan, Serap Produksi Lokal"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense